Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Berita Banda Aceh

Warung dan MBG Wajib Taat Aturan Ramadhan

Abu Sibreh menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan ini penting demi menjaga kekhusyukan ibadah umat.

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE SERAMBI INDONESIA EDISI RABU 20260218 
Ringkasan Berita:
  • MPU Aceh mengingatkan para pengusaha warung, termasuk SPPG-MBG agar mematuhi ketentuan pemerintah terkait jam operasional dan penjualan makanan selama bulan Ramadhan 1447 H/2026.
  • Selain itu, para dai atau penceramah juga diminta menyampaikan pesan keagamaan dengan bahasa yang baik, santun, dan menyejukkan.
  • Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadhan.

Kami berharap dalam penyaluran dan membuka warung ataupun menjual makanan basah ini agar mematuhi dan menaati ketentuan yang telah diputuskan pemerintah. Faisal Ali, Ketua MPU Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengingatkan para pengusaha warung, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi-Makan Bergizi Gratis (SPPG-MBG), agar mematuhi ketentuan pemerintah terkait jam operasional dan penjualan makanan selama bulan Ramadhan 1447 H/2026. 

Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau Abu Sibreh menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan ini penting demi menjaga kekhusyukan ibadah umat. “Kami berharap dalam penyaluran dan membuka warung ataupun menjual makanan basah ini agar mematuhi dan menaati ketentuan yang telah diputuskan pemerintah,” ujarnya di Banda Aceh, Selasa (17/2/2026).

Selain itu, para dai atau penceramah juga diminta menyampaikan pesan keagamaan dengan bahasa yang baik, santun, dan menyejukkan. Imbauan tersebut disampaikan Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau Abu Sibreh yang menjelaskan Taushiyah MPU Aceh Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Ibadah Bulan Ramadhan dan Kegiatan Keagamaan Lainnya Tahun 1447 H.

Abu Sibreh menegaskan, para pengusaha warung, termasuk dapur SPPG-MBG, agar mematuhi ketentuan pemerintah terkait jam operasional dan penjualan makanan selama bulan puasa.

Selain itu, MPU Aceh juga menyoroti peran penting para dai dalam menjaga suasana Ramadhan tetap kondusif. Menurutnya, mimbar ceramah harus menjadi ruang penyebaran pesan rahmatan lil alamin, bukan ajang untuk menyampaikan ujaran kebencian atau caci maki.

“Kepada penceramah-penceramah, kami berharap sampaikan pesan-pesan yang memotivasi orang untuk beribadah, yang memotivasi orang untuk bertaubat. Hindari bahasa-bahasa kasar, hindari bahasa-bahasa cacimaki untuk siapa pun,” ujar Abu Sibreh.

“Jadi jangan momen ceramah itu digunakan untuk mencaci maki pemerintah, mencaci maki pemimpin, mencaci maki orang-orang yang tidak kita senangi.  Tapi lakukanlah bahasa-bahasa yang santun, bahasa yang baik, dan ajak masyarakat kita untuk memperbanyak ibadah kita di bulan Ramadhan ini,” tegasnya.

MPU Aceh juga menyoroti potensi gangguan ketertiban yang kerap terjadi pada bulan Ramadhan, khususnya aksi balap liar usai salat Subuh. Abu Sibreh mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan Ramadhan sebagai momentum melakukan kegiatan yang membahayakan diri sendiri maupun mengganggu ketentraman masyarakat. “Jangan gunakan bulan puasa untuk kegiatan-kegiatan yang bisa mengganggu ketentraman orang lain dan juga bisa berpotensi membinasakan diri sendiri,” tegasnya. MPU Aceh juga berharap aparat penegak hukum dapat mengambil langkah persuasif sejak awal guna mencegah aktivitas yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah selama Ramadhan.

MBG tetap jalan selama Ramadhan

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadhan. Zulhas menuturkan, paket MBG untuk siswa sekolah yang berpuasa dapat dibawa pulang untuk disantap saat berbuka puasa. "Jadi nanti kalau makan bergizi, di bulan suci Ramadhan, bagi siswa yang Islam, yang muslim, ya, nanti disediakan makanan kering. Telur gitu, yang kering, roti, kurma, nanti dibawa pulang," ujar Zulhas usai acara PAN Fest di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (14/2/2026). 

Sementara, siswa nonmuslim akan mendapatkan MBG berupa makanan seperti biasanya. "Kalau yang tidak Islam, yang non-muslim, dia makan, disediakan makan," ujar dia. Tahun Kuda Api, Bagaimana Prospek Karier dan Ekonomi? Artikel Kompas.id Kemudian, MBG bagi santri di pesantren akan diberikan pada waktu buka puasa. "Kalau pondok, diberikannya pada waktu buka. Karena biasanya siang, diberikannya pada waktu buka," ucap Zulhas.(ar/kompas.com)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved