Rabu, 22 April 2026

Gayo Lues

Antusiasme Meugang Tetap Tinggi, Pajak Terpadu Buntul Tajuk Ramai Diserbu Warga

Meski Kabupaten Gayo Lues masih dalam masa pemulihan pascabencana hidrometeorologi, antusiasme masyarakat menyambut tradisi meugang...

Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/EDI LABER
PAJAK TERPADU - Suasana sehari sebelum Ramadhan pertama Pajak Terpadu Buntul Tajuk, Blangkejeren, Rabu (18/2/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Masyarakat Gayo Lues antusias menyambut tradisi meugang meski masih dalam masa pemulihan pascabencana. 
  • Pajak Terpadu Buntul Tajuk, Blangkejeren, ramai pengunjung beli daging dan kebutuhan meugang
  • "Tradisi meugang tetap kami usahakan, ini sudah jadi tradisi," kata Abdul Wahab.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Laber | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Meski Kabupaten Gayo Lues masih dalam masa pemulihan pascabencana hidrometeorologi, antusiasme masyarakat menyambut tradisi meugang tetap tinggi.

Hal itu terlihat di Pajak Terpadu Buntul Tajuk, Blangkejeren, Rabu (18/2/2026), yang ramai diserbu warga sejak pagi hari. Masyarakat berbondong-bondong datang untuk membeli daging dan kebutuhan lainnya menjelang meugang.

Kondisi pasar tampak dipadati pengunjung yang terlihat biasa jalan besar di depan PajakTerpadu tidak tampak barisan kendaraan, kini di penuhi deretanmobil dan sepeda motor.

Aktivitas tawar-menawar pun berlangsung seperti biasanya, menandakan denyut ekonomi masyarakat mulai bergerak kembali di tengah proses pemulihan.

Baca juga: BNPB dan Pemkab Gayo Lues Serahkan 133 Unit Huntara di Dusun Rigeb, Warga akan Segera Tempati

Sejumlah warga mengaku tetap berupaya membeli daging untuk meugang meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya stabil. Bagi masyarakat Aceh, tradisi meugang merupakan budaya turun-temurun yang selalu dijaga, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

“Walaupun kondisi sedang sulit, meugang tetap kami usahakan. Ini sudah jadi tradisi,” ujar Abdul Wahab seorang pengunjung dari luarkecamatan.

Ramainya Pajak Terpadu Buntul Tajuk ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat untuk mempertahankan budaya tetap kuat, sekaligus menjadi tanda optimisme di tengah proses pemulihan pascabencana.

Selain sebagai tradisi, momentum meugang juga memberi dampak positif bagi perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi para pedagang daging dan pelaku usaha kecil di Blangkejeren.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved