Selasa, 21 April 2026

Berita Pidie

Penyaluran Daging Meugang Bantuan Presiden Disorot

Penyaluran daging meugang itu dikomplain terhadap penerima yang tidak merata sebagai korban banjir bandang. 

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE SERAMBI TIMUR EDISI JUMAT 20260220 
Ringkasan Berita:
  • Penyaluran daging meugang bantuan Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Pidie disorot
  • Penyaluran daging meugang itu dikomplain terhadap penerima yang tidak merata sebagai korban banjir bandang
  • Kalak BPBD Pidie, Muhammad Rabiul kepada Serambi, mengatakan, data penerima daging meugang bantuan sudah sesuai

Jika database penerima bantuan daging meugang valid dan benar, maka penanganan tidak perlu ditangani di tingkat kecamatan. ZUHRIMAULIDDINSYAH, Warga Gampong Adan

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Penyaluran daging meugang bantuan Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Pidie disorot. Penyaluran daging meugang itu dikomplain terhadap penerima yang tidak merata sebagai korban banjir bandang. 

Warga Gampong Adan, Mutiara Timur, Zuhrimauliddinsyah kepada Serambi, Rabu (18/2/2026), mengatakan, pembagian daging meugang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, menuai masalah di sebagian gampong di Pidie. 

Ia menjelaskan, permasalahan terjadi terhadap data penerima bantuan daging meugang, yang dinilai sangat kacau. Antara lain, sebagian lembu yang dibeli ukuran kecil, dengan harga sekitar Rp 10 juta lebih. Selain itu, sistem pembagian amburadul yang pemotongan sapi dilakukan di kecamatan.

Ia mengatakan, masyarakat kecewa terhadap penanganan bantuan meugang bantuan Presiden RI Prabowo Subianto. Sebab, adanya gampong yang dikepung banjir bandang, tapi penerima bantuan hanya 17 orang. 

" Seperti Gampong Alue Adan, yang diterjang banjir bandang sangat parah, tapi justru tidak ada data penerimaan daging bantuan Presiden atas permintaan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Muallem," jelasnya. 

Ia menyebutkan, pendataan dilakukan BPBD Pidie sudah berulang kali meminta data kepada keuchik terhadap jumlah korban banjir. Artinya, tidak ada sinkronisasi data korban, sehingga masalah database korban banjir tidak valid.

" Jika database penerima bantuan daging meugang valid dan benar, maka penanganan tidak perlu ditangani di tingkat kecamatan. Artinya, pemerintah bisa langsung disalurkan melalui pemerintah gampong," jelasnya. 

Dikatakan Zuhri, penanganan korban banjir lebih efektif dilakukan oleh pemerintah gampong. Dan, keterlibatan kecamatan cukup melakukan koordinasi bersama unsur muspika. Sebab, masalah tersebut pasti muncul dari gampong. Apalagi bantuan menyebabkan sangat peka terjadi masalah jika pembagian tidak adil. 

" Saya kira kalau database korban sudah valid, pasti tidak akan ada masalah. Karena buruknya penanganan daging meugang, maka BPBD Pidie harus dievaluasi," pungkasnya. (naz

Data Sudah Sesuai

Kalak BPBD Pidie, Muhammad Rabiul kepada Serambi, mengatakan, data penerima daging meugang bantuan sudah sesuai. " BPBD Pidie sudah menyerahkan data kepada Asisten untuk pembagian daging meugang," jelasnya. 

Rilis yang dikirim Asisten I Setdakab Pidie, Dr Nadhar Putra menyebutkan, Pemkab sudah membelanjakan Rp 2 milar bantuan Presiden RI. Ialah dengan membeli 119 ekor sapi diperuntukkan bagi 5.547 KK. 

Rincian, 1.461 KK di Kecamatan Kembang Tanjong, 1.615 KK di Kecamatan Mutiara Timur, 1.843 KK di Kecamatan Mutiara,  118 KK di Kecamatan Tangse, dan 156 KK di Kecamatan Glumpang Baro.

Lalu, 348 KK di Kecamatan Simpang Tiga, 6 KK di Kecamatan Pidie, dan dua KK di Kecamatan Keumala.  Seluruh keluarga yang mendapatkan bantuan daging meugang meliputi delapan kecamatan dengan 59 gampong.(naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved