Jumat, 17 April 2026

Info Permata Bank

PIER Permata Bank Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 5,1–5,2 Persen di 2026

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencatatkan capaian positif dengan laju Produk Domestik Bruto sebesar 5,11 persen secara tahunan.

Penulis: Sara Masroni | Editor: IKL
for serambinews
TANGKAP LAYAR - Narasumber dan para peserta foto bersama saat Media Briefing Permata Institute for Economic Research (PIER) Economic Review 2025 yang berlangsung secara daring, Jumat (20/2/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencatatkan capaian positif dengan laju Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,11 persen secara tahunan.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan 2024 yang sebesar 5,03 persen. Momentum penguatan paling terasa pada triwulan IV 2025 yang tumbuh 5,39 persen, menjadi laju tertinggi sejak triwulan III 2022.

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, menegaskan capaian ini menunjukkan fondasi ekonomi yang semakin seimbang.

“Pertumbuhan 2025 menegaskan permintaan domestik masih menjadi jangkar utama. Di saat yang sama, lonjakan investasi khususnya pada mesin dan peralatan menunjukkan dunia usaha mulai meningkatkan kapasitas produksi,” ujar Josua dipandu host, Bhayu Sugarda saat kegiatan Media Briefing Permata Institute for Economic Research (PIER) Economic Review 2025 yang berlangsung secara daring, Jumat (20/2/2026).

Selanjutnya, Head of Macroeconomic & Financial Market Research Permata Bank, Faisal Rachman menjelaskan, konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar PDB juga menunjukkan ketahanan daya beli masyarakat. Pada triwulan IV 2025, konsumsi tumbuh 5,11 persen, meningkat dari 4,89 persen pada triwulan sebelumnya.

“Lonjakan belanja musiman Natal dan Tahun Baru, transaksi ritel daring, serta distribusi bantuan sosial tunai menjadi faktor pendorong,” ujarnya.

Sementara Head of Industry & Regional Research Permata Bank, Adjie Harisandi memaparkan, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,12 persen pada triwulan IV 2025. Sepanjang tahun, investasi meningkat 5,09 persen, naik dari 4,61 persen pada 2024.

“Lonjakan investasi mesin dan peralatan mencerminkan keyakinan pelaku usaha terhadap prospek ekspansi produksi,” jelasnya.

Di sisi lain, belanja pemerintah tumbuh 4,55 persen pada triwulan IV, namun secara tahunan melambat menjadi 2,50 persen.

Hal ini dipengaruhi tingginya basis belanja pada periode pemilu sebelumnya serta pergeseran fokus kebijakan untuk mendorong konsumsi dan investasi.

Dari sisi eksternal, ekspor melambat menjadi 3,25 persen pada triwulan IV 2025 yoy, sementara impor naik 3,96 persen seiring kebutuhan bahan baku dan barang modal.

Industri pengolahan sebagai penyumbang terbesar PDB tumbuh 5,30 persen sepanjang 2025.

Perdagangan menguat hingga 6,10 persen pada triwulan IV, didorong permintaan domestik dan pemulihan otomotif.

Sektor pertanian juga membaik berkat program Makanan Bergizi Gratis (MBG), sementara pertambangan masih tertekan oleh pelemahan ekspor batu bara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved