Rabu, 15 April 2026

Berita Bener Meriah

Petani Bener Meriah Meninggal Diamuk Gajah

Korban mengembuskan napas terakhir di RS BMC Bireuen sekitar pukul 10.00 WIB akibat luka serius di bagian perut dan kepala.

Editor: mufti
For serambinews.com
Ilustrasi Gajah liar 

Ringkasan Berita:
  • Seorang petani warga Kampung Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, meninggal dunia setelah diamuk kawanan gajah liar
  • Korban mengembuskan napas terakhir di RS BMC Bireuen sekitar pukul 10.00 WIB akibat luka serius di bagian perut dan kepala.
  • Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pengusiran mandiri jika bertemu satwa liar.

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Konflik satwa liar kembali menelan korban jiwa. Seorang petani bernama Musbahar (53), warga Kampung Pantanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, meninggal dunia setelah diamuk kawanan gajah liar, Sabtu (21/2/2026).

Korban mengembuskan napas terakhir di RS BMC Bireuen sekitar pukul 10.00 WIB akibat luka serius di bagian perut dan kepala.

Kapolres Bener Meriah melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo, AKP Suci, menjelaskan, insiden bermula sekitar pukul 06.30 WIB di kawasan Genengan, Dusun Ayu Ara. Saat itu korban berada di kebun dan mencoba mengusir seekor gajah yang masuk ke lahannya.

Namun nahas, Musbahar tidak menyadari bahwa gajah tersebut merupakan bagian dari kawanan berjumlah sekitar tiga ekor. "Korban saat mencoba menyelamatkan diri dari kejaran kawanan gajah, lantas ia terjatuh dan mengalami luka fatal akibat injakan di bagian perut," ujar Kapolsek.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera mengevakuasi korban dan melarikannya ke RS BMC Bireuen untuk mendapatkan pertolongan medis. "Sempat mendapatkan perawatan, tapi dirumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia," terangnya.

Mercon Gagal Meledak

Tragedi ini berawal dari upaya korban melindungi kebun jagungnya. Salah satu anggota keluarga korban, Riswan Petrus Ginting, mengungkapkan peristiwa bermula saat istri Musbahar mendengar suara gajah tak jauh dari kebun mereka.

Korban kemudian mendatangi lokasi dengan membawa mercon untuk menakuti kawanan gajah agar menjauh dari ladang. "Korban saat mendatangi lokasi gajah kata istrinya membawa mercon, tapi saat udah disana ledakan tak kunjung terdengar," ucapnya.

Karena merasa janggal, sang istri menyusul ke lokasi dan mendapati korban sudah tersungkur di tanah, sementara kawanan gajah telah menjauh. "Kondisi korban saat itu menggenaskan, tangan sebelah kiri patah, terus mengalami luka serius di kepala dan dada. Sempat dibawa kerumah sakit tapi korban dinyatakan meninggal dunia. Ini saya bersama keluarga lain sedang mengantar jenazah korban ke Kutacane," bebernya.

Sosok Musbahar

Riswan menuturkan, Musbahar merupakan warga asli Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, yang telah merantau dan menetap di Bener Meriah selama sekitar enam tahun bersama istrinya, Masyitah. "Kurang lebih sudah tahun di Bener Meriah, almarhum asli Kutacane, dan saya asli di Brastagi. Kami sama-sama merantau di Bener Meriah dan sudah menjadi keluarga," ujarnya.

Sehari-hari, Musbahar bekerja sebagai pekebun. Ia dikenal aktif bersosial di kampung dan memiliki dua anak yang belum menikah. "Anaknya kalau tidak salah dua lagi yang belum menikah, mereka orang baik dan bersosial dengan masyarakat sekitar," katanya.

Riswan berharap pihak terkait segera bertindak karena konflik gajah di wilayah tersebut kerap terjadi. "Kami sangat trauma atas musibah ini, dan konflik gajah di sini bukan kali pertama bahkan kerap terjadi, tolonglah pihak terkait untuk segera bertindak," harapnya.

Jangan Bertindak Sendiri

Kapolsek Pintu Rime Gayo menegaskan, hingga saat ini kawanan gajah masih dilaporkan berada di sekitar area perkebunan warga. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pengusiran mandiri jika bertemu satwa liar.

Warga diminta segera melapor kepada aparat desa atau pihak berwenang demi menghindari jatuhnya korban jiwa berikutnya. Jenazah Musbahar sendiri dipulangkan keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya di Kutacane.(mi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved