Berita Bireuen
Warga Dusun Alue U Balee Panah Masih Andalkan Boat dan Perahu Getek untuk Penyeberangan
Saat banjir terjadi, lima rumah terdampak, dua di antaranya hilang terseret arus dan tiga lainnya terancam longsor.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Ratusan warga Dusun Alue U, Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, terpaksa menggunakan rakit dan perahu getek untuk menyeberangi sungai.
- Dusun Alue U yang berada di seberang sungai menjadi satu-satunya dusun di Desa Balee Panah yang sempat terisolasi saat banjir melanda kawasan tersebut.
- Hingga kini, akses menuju dusun tersebut belum sepenuhnya pulih.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejak jembatan gantung yang menjadi akses utama warga putus dihantam banjir bandang pada akhir November lalu, ratusan warga Dusun Alue U, Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, terpaksa menggunakan rakit dan perahu getek untuk menyeberangi sungai.
Dusun Alue U yang berada di seberang sungai menjadi satu-satunya dusun di Desa Balee Panah yang sempat terisolasi saat banjir melanda kawasan tersebut.
Hingga kini, akses menuju dusun tersebut belum sepenuhnya pulih.
Pantauan Serambinews.com, Sabtu (21/2/2026), sebuah boat berukuran sedang tampak beroperasi menggunakan tali seling yang diikat pada pohon di kedua sisi sungai dan tersambung ke perahu.
Tali tersebut ditarik secara manual oleh penarik boat untuk menggerakkan perahu ke seberang.
Sejumlah penumpang terlihat berjalan kaki terlebih dahulu saat kondisi sungai dangkal, kemudian naik ke atas perahu untuk melanjutkan penyeberangan.
Perahu tersebut telah beroperasi sejak beberapa waktu terakhir untuk membantu mobilitas warga. Ongkos penyeberangan diberlakukan seikhlasnya.
Baca juga: Ekses Jembatan Putus, Ratusan Warga Dusun Alue U Balee Panah Andalkan Perahu Getek Setiap Hari
Keuchik Balee Panah, Muntazar, kepada Serambinews.com, Sabtu (21/2/2026), mengatakan bahwa hingga saat ini Dusun Alue U masih terisolasi akibat rusaknya jalan dan putusnya jembatan gantung yang menjadi akses utama warga.
“Dulunya ada jalan sepanjang tiga kilometer dan satu jembatan gantung. Sarana tersebut dihantam banjir, jalan dan jembatan diterjang arus, bahkan sebagian wilayah dusun berubah menjadi aliran sungai,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Dusun Alue U dihuni sebanyak 105 kepala keluarga dengan total 145 jiwa.
Saat banjir terjadi, lima rumah terdampak, dua di antaranya hilang terseret arus dan tiga lainnya terancam longsor.
Menurutnya, meskipun saat ini sudah tersedia perahu ketek sebagai sarana penyeberangan, permasalahan akses transportasi bagi warga Dusun Alue U belum sepenuhnya teratasi.
Warga berharap adanya perhatian dan penanganan lebih lanjut agar akses jalan dan jembatan dapat segera dibangun kembali demi kelancaran aktivitas masyarakat.
| Sempat Tak Diketahui Identitas, 2 Remaja Meninggal Laka Lantas di Peudada Dijemput Keluarga di RSUD |
|
|---|
| Kasat Lantas, Kasat Reskrim Polres Bireuen dan Kapolsek Peudada Cek Lokasi Kecelakaan Lalu Lintas |
|
|---|
| Dua Remaja Simpang Mamplam Meninggal Laka Lantas di Peudada Bireuen |
|
|---|
| KDMP Kelola Kampung Nelayan |
|
|---|
| Bupati Bireuen Hadiri Konferensi Ke-IV Forum KKA di Banda Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Boat-sebagai-sarana-penyeberangan-ke-Dusun-Alue-U-Desa-Balee-Panah-Juli-Bireuen.jpg)