Minggu, 19 April 2026

Berita Bireuen

Warga Dusun Alue U Balee Panah Masih Andalkan Boat dan Perahu Getek untuk Penyeberangan

Saat banjir terjadi, lima rumah terdampak, dua di antaranya hilang terseret arus dan tiga lainnya terancam longsor.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Faisal Zamzami
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
BOAT - Satu unit boat sebagai sarana penyeberangan ke Dusun Alue U, Desa Balee Panah, Juli, Bireuen, Sabtu (21/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Ratusan warga Dusun Alue U, Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, terpaksa menggunakan rakit dan perahu getek untuk menyeberangi sungai.
  • Dusun Alue U yang berada di seberang sungai menjadi satu-satunya dusun di Desa Balee Panah yang sempat terisolasi saat banjir melanda kawasan tersebut.
  • Hingga kini, akses menuju dusun tersebut belum sepenuhnya pulih.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejak jembatan gantung yang menjadi akses utama warga putus dihantam banjir bandang pada akhir November lalu, ratusan warga Dusun Alue U, Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, terpaksa menggunakan rakit dan perahu getek untuk menyeberangi sungai.

Dusun Alue U yang berada di seberang sungai menjadi satu-satunya dusun di Desa Balee Panah yang sempat terisolasi saat banjir melanda kawasan tersebut.

Hingga kini, akses menuju dusun tersebut belum sepenuhnya pulih.

Pantauan Serambinews.com, Sabtu (21/2/2026), sebuah boat berukuran sedang tampak beroperasi menggunakan tali seling yang diikat pada pohon di kedua sisi sungai dan tersambung ke perahu.

Tali tersebut ditarik secara manual oleh penarik boat untuk menggerakkan perahu ke seberang.

Sejumlah penumpang terlihat berjalan kaki terlebih dahulu saat kondisi sungai dangkal, kemudian naik ke atas perahu untuk melanjutkan penyeberangan.

Perahu tersebut telah beroperasi sejak beberapa waktu terakhir untuk membantu mobilitas warga. Ongkos penyeberangan diberlakukan seikhlasnya.

Baca juga: Ekses Jembatan Putus, Ratusan Warga Dusun Alue U Balee Panah Andalkan Perahu Getek Setiap Hari

Keuchik Balee Panah, Muntazar, kepada Serambinews.com, Sabtu (21/2/2026), mengatakan bahwa hingga saat ini Dusun Alue U masih terisolasi akibat rusaknya jalan dan putusnya jembatan gantung yang menjadi akses utama warga.

“Dulunya ada jalan sepanjang tiga kilometer dan satu jembatan gantung. Sarana tersebut dihantam banjir, jalan dan jembatan diterjang arus, bahkan sebagian wilayah dusun berubah menjadi aliran sungai,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Dusun Alue U dihuni sebanyak 105 kepala keluarga dengan total 145 jiwa.

Saat banjir terjadi, lima rumah terdampak, dua di antaranya hilang terseret arus dan tiga lainnya terancam longsor.

Menurutnya, meskipun saat ini sudah tersedia perahu ketek sebagai sarana penyeberangan, permasalahan akses transportasi bagi warga Dusun Alue U belum sepenuhnya teratasi.

Warga berharap adanya perhatian dan penanganan lebih lanjut agar akses jalan dan jembatan dapat segera dibangun kembali demi kelancaran aktivitas masyarakat.
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved