Kamis, 9 April 2026

Pemulihan Aceh

Temui Penyintas Banjir di Aceh Utara, Mendagri Minta Percepat Pembangunan Huntara

Muhammad Tito Karnavian berdialog langsung dengan penyintas banjir di Dusun Kareung, Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan,

|
Penulis: Jafaruddin | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Foto Dok Pemkab Aceh Utara.
PENYINTAS BANJIR - Mendagri Muhammad Tito Karnavian berdialog langsung dengan penyintas banjir di Dusun Kareung, Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (20/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Mendagri meminta percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) agar warga tidak lagi tinggal di tenda darurat, terlebih di bulan Ramadan.
  • Tito mengaku prihatin melihat para pengungsi yang masih bertahan di bawah terpal saat menjalani ibadah puasa.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Muhammad Tito Karnavian berdialog langsung dengan penyintas banjir di Dusun Kareung, Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (20/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) meminta percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) agar warga tidak lagi tinggal di tenda darurat, terlebih di bulan Ramadan.

Tito mengaku prihatin melihat para pengungsi yang masih bertahan di bawah terpal saat menjalani ibadah puasa.

“Saya cukup prihatin melihat pengungsi masih menempati tenda darurat pada bulan puasa ini,” ujarnya kepada awak media di sela-sela kunjungan.

Dalam dialog bersama warga, Tito menyebut seluruh penyintas dari dusun tersebut meminta direlokasi ke lokasi yang lebih aman.

Permukiman lama mereka berada di bantaran sungai dan kerap dilanda banjir setiap musim hujan.

Baca juga: Mendagri Tito: Dana TKD Bisa Digunakan Pemda untuk Bersihkan Lumpur Rumah Korban Banjir Bandang

“Mereka sebelumnya tinggal di pinggir sungai dan sering terjadi banjir. Jadi satu dusun ini meminta agar direlokasi ke tempat yang aman,” kata Tito.

Sembari menunggu proses relokasi permanen, Mendagri menegaskan pentingnya percepatan pembangunan huntara. Ia meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan pihak terkait segera memberikan kepastian waktu penyelesaian pembangunan.

“Segera berikan kepastian kapan akan selesai, sehingga para pengungsi ini tidak lagi tidur di bawah tenda darurat. Jangan lama-lama,” tegasnya.

Selain hunian, Tito juga menyoroti kebutuhan relokasi fasilitas umum seperti sekolah, jalan, tempat ibadah, serta jaringan listrik.

Untuk infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan daerah, ia meminta kepastian dari pemerintah kabupaten.

Namun, jika pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran, pemerintah pusat siap membantu melalui kementerian terkait.

Dalam kunjungan tersebut, Mendagri turut menyerahkan bantuan berupa perlengkapan ibadah, pakaian, dan Alquran kepada warga terdampak. Ia didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA selaku Koordinator Satgas Percepatan Rehabilitasi-Rekonstruksi Wilayah Aceh, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, Tenaga Ahli BNPB Asep Dedi Darmadi, serta Camat Langkahan T Reza Ichwan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved