Jumat, 8 Mei 2026

Aceh Singkil

Kompak, Dai Perbatasan Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Masjid di Singkil

Ketua FDP dr Nurkhalis, Sabtu (21/2/2026) mengatakan, kegiatan yang diinisiasi para dai tersebut difokuskan pada pembersihan masjid...

Tayang:
Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
PENGAJIAN - Suasana pengajian dai perbatasan bersama anak-anak TPA dan pemuda muslim di Masjid As-Salam, Desa Lae Gecih, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil. Foto direkam belum lama ini. 

 

Ringkasan Berita:
  • Da’i Forum Dakwah Perbatasan Aceh bersama Badan Amil Zakat Nasional menggelar gotong royong di Masjid As-Salam.
  • Kegiatan ini melibatkan santri TPA dan pemuda di Aceh Singkil.
  • Aksi tersebut menjadi bagian dari persiapan menyambut Ramadhan.

 

SERAMBINEWS.COM, ACEH SINGKIL - Memeriahkan bulan suci Ramadhan, da’i yang tergabung dalam program Forum Dakwah Perbatasan (FDP) Aceh dan bermitra dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar kegiatan gotong royong bersama anak-anak TPA dan pemuda muslim di Masjid As-Salam, Desa Lae Gecih, Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil.

Ketua FDP dr Nurkhalis, Sabtu (21/2/2026) mengatakan, kegiatan yang diinisiasi para dai tersebut difokuskan pada pembersihan masjid secara menyeluruh. Dengan penuh semangat, para da’i, santri TPA, dan pemuda setempat bahu-membahu menyapu, mengepel lantai, membersihkan tempat wudhu, serta merapikan sajadah. Masjid pun tampak lebih bersih dan nyaman sebagai persiapan menyambut Ramadhan yang penuh berkah.

Menurut Nurkhalis, kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti membersihkan rumah ibadah. Lebih dari itu, kehadiran da’i perbatasan menjadi momentum menanamkan nilai cinta terhadap masjid, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat beribadah sejak usia dini.

“Tawa ceria anak-anak berpadu dengan nasihat dan motivasi dari para da’i, menciptakan suasana hangat yang mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah berbagai keterbatasan wilayah perbatasan,” ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian da’i yang dikirim oleh FDP untuk wilayah-wilayah perbatasan seperti Aceh Singkil, Subulussalam, hingga daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Di daerah-daerah ini, kehadiran da’i bukan hanya sebagai pengajar agama, tetapi juga pembimbing moral dan penguat aqidah masyarakat.

Sejak pertama kali dilaksanakan, kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Tahun ini, program kembali berjalan dengan dukungan aktif para ibu-ibu pengajian dan orang tua santri. Bahkan selama bulan Ramadhan, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama para santri TPA Kampung Gayo yang dilaksanakan setiap hari, mempererat hubungan antara da’i dan masyarakat.

Baca juga: Semarak Ramadhan, Qori Aceh Singkil Safari Tadarus di Masjid Agung Nurul Makmur

Tokoh masyarakat setempat mengungkapkan, kehadiran dai perbatasan sangat dirindukan. Di wilayah yang akses pembinaan keagamaannya terbatas, para da’i menjadi cahaya dan penguat harapan. Mereka bukan hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun karakter generasi muda agar kelak menjadi penerus perjuangan dakwah di perbatasan Aceh.

Harapannya, Ramadhan kali ini menjadi lebih hidup dan bermakna, khususnya di wilayah perbatasan Aceh. Masyarakat berharap momentum suci ini semakin memperkuat aqidah, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan keyakinan bahwa di pelosok negeri pun cahaya Islam akan terus bersinar membawa keberkahan.

Kehadiran da’i perbatasan membuktikan bahwa dakwah tidak mengenal batas geografis. Di ujung barat negeri, semangat gotong royong dan kebersamaan tetap menyala, menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih.(rel/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved