Jumat, 24 April 2026

Berita Aceh Besar

Masjid Tgk Chiek Kuta Karang, Jejak Keilmuan Falak di Aceh

Masjid Tgk Chiek Kuta Karang berdiri kokoh di sisi persawahan Gampong Lampeuneueun, Kemukiman Ulee Susu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
MASJID TGK CHIEK KUTA KARANG - Penampakan Masjid Tgk Chiek Kuta Karang di Gampong Lampeuneueun, Kemukiman Ulee Susu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. 

Ringkasan Berita:
  • Masjid Tgk Chiek Kuta Karang berdiri sejak 1860 di Darul Imarah, Aceh Besar, memadukan arsitektur tradisional Nusantara dan kubah Mughal, serta menyimpan jejak sejarah Islam Aceh.
  • Masjid ini dinisbahkan kepada ulama falak Teungku Syekh Abbas atau Tgk Chiek Kuta Karang, penasihat perang bagi Teungku Chik Di Tiro Muhammad Saman dalam Perang Aceh.
  • Bangunan bersejarah ini telah direnovasi pada 1951 dan 2018, serta namanya kini diabadikan pada observatorium di Lhoknga dan sejumlah ruas jalan di Aceh.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Masjid Tgk Chiek Kuta Karang berdiri kokoh di sisi persawahan Gampong Lampeuneueun, Kemukiman Ulee Susu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Jaraknya hanya sekitar 7 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh

Masjid ini berdiri dengan gaya arsitektur tradisional nusantara yang dipadu dengan kubah gaya Mughal. 

Di sisinya juga terdapat bagian bangunan masjid yang masih berupa atap berundak, yang masih memiliki pengaruh Hindu-Budha di masa lalu.

Meskipun sudah kalah megah dengan masjid masa kini, tetapi di balik bangunan tuanya, Masjid Tgk Chiek Kuta Karang merekam sejarah panjang, perjalanan keilmuan dan keagamaan di Aceh.

Dikutip dari Aceh.Kemenag.go.id, masjid ini dibangun pertama sekali tahun 1860, atau 13 tahun sebelum kedatangan Belanda ke Aceh (Belanda masuk Aceh sekitar 1873).

Baca juga: Warga Aceh Utara Diminta Proaktif Cek Hasil Verifikasi Kerusakan Rumah dan Manfaatkan Hak Sanggah

Sesuai namanya, Masjid Tgk Chiek Kuta Karang dinisbahkan pada kehidupan dan perjuangan ulama falakiyah Aceh tempo dulu, Tgk Chiek Kuta Karang.

Seorang ahli ilmu astrologi, pejuang, dan ahli pengobatan pada pertengahan abad ke- 19.

Berdasarkan catatan, Teungku Chik Kuta Karang, yang memiliki nama asli Teungku Syekh Abbas.

Selama Perang Aceh berkecamuk, Teungku Chik Kuta Karang memainkan beberapa peran penting yaitu Penasihat Militer, Ia bersama Teungku Chik Tanoh Abee dan ulama lainnya, menjadi penasihat utama bagi tokoh perlawanan Teungku Chik Di Tiro Muhammad Saman. 

Namun keahliannya dalam ilmu falak menjadikan namanya juga sangat dikenang. Ia sangat membantu dalam pemetaan medan perang dan penyusunan strategi perang gerilya. 

Nama ulama hisab rukyat ini juga kini ditabalkan pada satu observatorium Lhoknga.

Baca juga: Pengedar Sabu Tembaki Polisi Saat Akan Ditangkap, Polda Aceh Sita Puluhan Paket Sabu

Tempat yang saban waktu menjadi lokasi pemantauan hilal. Selain itu, namanya juga ditabalkan pada beberapa nama jalan di Aceh.

Sejak didirikan atau ditinggalkan Tgk Chiek Kuta Karang, masjid tua ini telah dua kali mengalami perubahan: pada 1951, dan terakhir direnovasi pada 2018 lalu. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved