Berita Aceh Besar
Harga Pangan Naik Saat Ramadhan, Kemendagri Minta TPID & Dinas Cek Lapangan
Harga cabai rawit, cabai merah, dan ayam ras naik di 214 kabupaten/kota pada pekan pertama Ramadhan.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Harga cabai rawit, cabai merah, dan ayam ras naik di 214 kabupaten/kota pada pekan pertama Ramadhan.
- Kemendagri melalui Sekjen Tomsi Tohir meminta TPID dan dinas turun langsung ke lapangan untuk cek distribusi dan menekan harga.
- Meski ada kenaikan, stok pangan nasional dinyatakan aman dan cukup, sehingga tidak ada alasan rasional untuk lonjakan harga berlebihan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Pekan pertama Ramadhan, tren kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan ayam ras yang telah meluas ke-214 kabupaten/kota di Indonesia.
Tren kenaikan harga pangan itu menjadi sorotan utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara daring atau secara zoom meeting.
Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal (Sekjend) Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir diikuti oleh Kepala Dinas Pangan (Kadispan) Aceh Besar, Alyadi, SPi, MM bersama unsur Forkopimda, dan anggota TPID Kabupaten Aceh Besar dari Aula Sanusi Wahab Kantor Bupati di Kota Jantho, Senin (23/2/2026).
Dalam arahannya, Tomsi meminta TPID dan dinas terkait di setiap daerah untuk turun langsung melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan para pelaku usaha.
“Tolong teman-teman dari dinas, dari TPID turun. Turun, cek, kemudian komunikasikan betul dengan para champion-champion itu sehingga harga bisa turun,” kata Tomsi.
“Inilah waktunya kita berjuang betul-betul siang malam untuk bisa membantu harga-harga ini bisa turun,” ujarnya.
Baca juga: Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Murah Untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadhan
Meski begitu, ia menegaskan, bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman dan lebih dari cukup.
Dengan kondisi tersebut, menurutnya, tidak ada alasan rasional bagi pelaku distribusi untuk menaikkan harga secara berlebihan.
“Stok lebih dari cukup, tidak ada alasan untuk menaikkan harga yang keterlaluan. Kita punya harga eceran tertinggi (HET),” urai dia.
“Tegakkan hukum itu dan saya minta turun setiap hari,” tegasnya.
Secara khusus, ia menyoroti daerah yang mencatatkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tinggi sementara wilayah sekitarnya relatif stabil.
Kondisi tersebut dinilai sebagai indikasi kurang optimalnya pengawasan di tingkat daerah.
Baca juga: Harga Pangan di Kota Langsa Melonjak Tinggi, Kenaikan di Atas 100 Persen
“Kalau naik sendirian, sementara tetangga kiri-kanan tidak naik, ini patut dicurigai,” paparnya.
“Ada dua hal, pertama, dinas dan TPID di kota atau kabupaten tersebut tidak turun, tidak aktif mencari penyebabnya. Atau kedua, memang dipermainkan oleh pedagang lokal,” ungkap Tomsi.
Sementara itu, Kadis Pangan Aceh Besar, Alyadi mengatakan, akan terus memperkuat koordinasi dan pengawasan guna menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat.
"Insya Allah, kita bersama tim TPID Aceh Besar akan terus memperkuat koordinasi guna melakukan pengawasan untuk menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat," tuturnya.(*)
Harga Pangan
harga pangan naik
TPID
Ramadhan 1447 Hijriah
Aceh Besar
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Sungai Krueng Aceh Keruh, Warga Jantho Ultimatum Tambang Emas Ilegal 3 Hari Wajib Berhenti |
|
|---|
| Jadi Penyebab Krueng Aceh Keruh, Warga Jantho Ultimatum Tambang Emas Ilegal 3 Hari Wajib Berhenti |
|
|---|
| Anggota DPRK Aceh Besar dari PAN Ahmad Zainuri Meninggal Dunia |
|
|---|
| Anggota DPRK Aceh Besar Fraksi PAN, Ahmad Zainuri Meninggal di Bandara SIM |
|
|---|
| Ular Piton 2 Meter Mangsa Ternak Warga Lhoong, BPBD Aceh Besar Lakukan Evakuasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/TPID-Abes-ikut-Raker-Inflasi.jpg)