Rabu, 6 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Lantik 106 Keuchik, Al-Farlaky Serahkan HT untuk Komunikasi

“Ini akan memudahkan koordinasi jika sewaktu-waktu sinyal bermasalah. Saya berharap kepala desa menjaga dan merawatnya dengan baik agar...

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Maulidi Alfata
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, melantik 106 Keuchik di Aula SKB Kabupaten Aceh Timur, Senin (23/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, melantik 106 keuchik hasil pemilihan gelombang III di Aula SKB, Senin (23/2/2026).
  • Dari jumlah tersebut, terdapat 1 keuchik perempuan — yang pertama dilantik pada era kepemimpinan Al-Farlaky.
  • Bupati juga menekankan pentingnya pageu gampong sebagai pengawasan anak-anak agar tidak berkeliaran malam hari.
  • Hingga kini, total 212 keuchik telah dilantik dalam tiga gelombang.
  • Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan handy talky (HT) kepada seluruh keuchik.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky SHI MSi melantik 106 keuchik hasil pemilihan dalam gelombang III yang berlangsung di Aula SKB Kabupaten Aceh Timur, Senin (23/2/2026).

Pelantikan kali ini memiliki catatan tersendiri.

Dari 106 keuchik yang dilantik, terdapat satu keuchik perempuan terpilih.

Ia menjadi keuchik perempuan pertama pada era kepemimpinan Bupati Al-Farlaky di Kabupaten Aceh Timur.

Dalam pidatonya, Bupati menegaskan bahwa sumpah jabatan yang baru saja diucapkan bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, baik secara pribadi, keluarga, maupun kepada masyarakat.

Menurutnya, kepala desa/ geuchik memiliki tanggung jawab strategis. Kepemimpinan di level gampong justru memikul beban paling besar karena kepala desa adalah pihak yang paling memahami kondisi riil masyarakatnya.

“Apakah kita menjadi kepala desa hanya menjalankan rutinitas dan menjadi simbol selama enam tahun masa jabatan? Atau benar-benar hadir mengayomi, mengelola, dan menjaga masyarakat?” tegasnya.

Ia menekankan bahwa tidak semua pihak di tingkat kabupaten maupun kecamatan memahami secara detail kondisi desa. 

Karena itu, keuchik diminta benar-benar menguasai data wilayah masing-masing, mulai dari jumlah penduduk, jumlah dusun, kepala keluarga miskin dan fakir, hingga kondisi sosial lainnya seperti anak yatim, aparatur sipil negara, serta warga terdampak bencana.

Bupati juga menyinggung pentingnya akurasi pendataan agar tidak muncul tudingan yang menyudutkan keuchik dalam hal pengajuan bantuan, surat keterangan miskin, rumah layak huni, maupun penanganan korban bencana.

Selain itu, keuchik diminta berperan aktif menyelesaikan persoalan di tingkat desa melalui mekanisme adat dan musyawarah mufakat.

Ia mengingatkan agar persoalan kecil tidak serta-merta dilimpahkan ke kecamatan atau kabupaten tanpa upaya penyelesaian di tingkat gampong.

“Libatkan tuha peut dan unsur lainnya. Jika semua persoalan langsung naik ke atas, maka pemerintahan tidak berjalan efektif dan maksimal. Kita ingin pemerintahan dari desa, kecamatan hingga kabupaten berjalan sesuai fungsi dan perannya masing-masing,” tukasnya.

Bupati juga mendorong para keuchik untuk terus memperbarui pengetahuan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved