Minggu, 12 April 2026

Banda Aceh

Mahasiswa USK Sabet 3 Penghargaan pada Ajang ISS di Malaysia

Universitas Syiah Kuala (USK) memborong tiga penghargaan bergengsi dalam ajang International Student Summit (ISS) 2026 yang berlangsung..

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO
RAIH PENGHARGAAN - Dua mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), Ariel Sucipto dan Dhia Fahira yang meraih penghargaan dalam ajang International Student Summit (ISS) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (23/2/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Syiah Kuala meraih tiga penghargaan di ajang International Student Summit 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (23/2/2026).
  • Tim yang dipimpin Ariel Sucipto dan Dhia Fahira itu meraih Silver Medal, Bronze Medal, serta Best Paper lewat inovasi energi gelombang laut terintegrasi sistem peringatan dini tsunami.
  • Prestasi ini menegaskan daya saing global mahasiswa USK di forum akademik internasional.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Universitas Syiah Kuala (USK) memborong tiga penghargaan bergengsi dalam ajang International Student Summit (ISS) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (23/2/2026). Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, tim mahasiswa USK kembali mengukuhkan taringnya di kancah internasional.

Tim tangguh ini dipimpin oleh Ariel Sucipto (Teknik Industri, Fakultas Teknik) beranggotakan Dhia Fahira (Fakultas Kedokteran), di bawah bimbingan dosen pakar Ir. Sri Rahmawati, S.T., M.T.

Dalam kompetisi yang diikuti oleh ratusan peserta dari enam negara Indonesia, Malaysia, Nigeria, Suriah, Somalia, dan Kenya.

Tim USK tampil dominan dengan menyabet tiga kategori penghargaan sekaligus, yaitu Silver Medal (Kategori technology berkolaborasi dengan USIM dan WAYS di Kuala Lumpur, Malaysia), Bronze Medal (Kategori Environment berkolaborasi dengan USIM dan WAYS di Kuala Lumpur, Malaysia), dan Piala Best Paper (Karya Ilmiah Terbaik).

Pencapaian ini sangat prestisius mengingat ISS merupakan forum akademik internasional, yang dikenal memiliki standar penilaian ketat dan kompetisi yang sangat kompetitif. Keunggulan tim USK terletak pada orisinalitas gagasan yang menggabungkan teknologi dan keberlanjutan. 

Dhia Fahira menjelaskan bahwa mereka menawarkan solusi pemanfaatan energi terbarukan dari gelombang laut yang terintegrasi dengan sistem peringatan dini (early warning system) tsunami berbasis aplikasi digital.

"Kami mengedepankan kolaborasi lintas disiplin untuk menghadirkan karya yang tidak hanya unggul secara teori, tapi juga layak secara implementasi. Aspek dampak sosial dan lingkungan menjadi poin krusial yang menarik perhatian dewan juri hingga kami dianugerahi gelar Best Paper," ujar Dhia.

Baca juga: Akademisi USK soal Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh: Momentum Kolaborasi dan Penguatan Tata Kelola

Karya ini dinilai sebagai solusi cerdas bagi negara-negara pesisir, dalam menghadapi tantangan krisis energi sekaligus meningkatkan keamanan dari bencana alam. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas akademik dan daya saing global mahasiswa USK. Prestasi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi seluruh civitas academica USK untuk terus berinovasi di panggung dunia.

“Prestasi ini bukan sekadar kebanggaan pribadi atau tim, melainkan representasi kontribusi nyata mahasiswa USK di kancah internasional. Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi rekan-rekan mahasiswa lain untuk berani berkompetisi dan mengharumkan nama almamater,” pungkasnya.

Kemenangan di Malaysia ini semakin memperkuat posisi USK; sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan Indonesia yang siap mencetak inovator masa depan di tingkat global.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved