Kamis, 16 April 2026

Banda Aceh

Produksi Sampah di Banda Aceh Selama Ramadhan Capai 260 Ton/Hari, Pedagang Diminta Bantu Pilah

Selama pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci ramadhan, jumlah produksi sampah mengalami peningkatan per harinya di Banda...

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Eddy Fitriadi
For Serambinews.com
SAMPAH - Ilustrasi alat berat memilah sampah di TPA Gampong Jawa, Banda Aceh. Foto Diambil pada Maret Tahun 2023. Produksi Sampah di Banda Aceh Selama Ramadhan Capai 260 Ton/Hari, Pedagang Diminta Bantu Pilah. 

 

Ringkasan Berita:
  • Produksi sampah di Banda Aceh meningkat saat Ramadhan dari rata-rata 258,58 ton menjadi 260,18 ton per hari yang masuk ke TPA Gampong Jawa.
  • Sampah didominasi sisa makanan, batok kelapa muda, ampas tebu, serta plastik seiring naiknya konsumsi dan pedagang musiman.
  • DLHK mengimbau pedagang memilah dan mengemas sampah agar tidak berserakan dan mudah diangkut petugas.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Selama pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci ramadhan, jumlah produksi sampah mengalami peningkatan per harinya di Banda Aceh

Jika pada hari biasa produksi sampah hanya berkisar 258 ton/hari, selama ramadhan naik menjadi rata-rata 260 ton/hari yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir TPA Gampong Jawa

Peningkatan jumlah produksi sampah itu juga disusul dengan tingkat konsumsi masyarakat selama bulan suci ramadhan. 

Tak hanya itu, jumlah pedagang musiman juga ikut meningkat untuk menjajakan barang dagangannya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota (DLHK) Banda Aceh, Hamdani, melalui Kabid Pengelolaan Persampahan, Asnawi mengatakan, di berdasarkan data yang dikumpulkan, sampah masuk ke TPA Gampong Jawa sejak 1-23 Februari 2026 rata-rata 258,58 ton/hari.

“Sementara sampah 1-5 ramadhan meningkat menjadi 260,18 ton/hari,” kata Asnawi kepada Serambi, Selasa (24/2/2026).

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Alami Koreksi, Kini Dijual Segini per Mayam Edisi 24 Februari 2026

Dia mengatakan, dari total jumlah sampah yang masuk terbanyak berupa sampah organik sisa makanan,  batok kelapa muda dan ampas tebu. Selebihnya terdiri dari sampah plastik dan campuran.

Karenanya ia mengimbau kepada para pedagang untuk dapat mengemas sisa barang dagangannya. Jika bisa, para pedagang diminta sampah dagangan  untuk dipilah dan diletakkan ke dalam wadah agar tidak berserakan dan mudah diangkut oleh petugas kebersihan.

“Karena kemungkinan akan terus bertambah seiring penambahan pedagang musiman,” pungkasnya.(*)
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved