Senin, 4 Mei 2026

Berita Banda Aceh

95 Pengajar Dayah Insan Qurani Dibekali Kurikulum Berbasis Cinta, Integrasikan Akademik dan Karakter

Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga menitikberatkan pada penguatan adab hingga karakter santri.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO
Sebanyak 95 tenaga pengajar Dayah Insan Qurani mengikuti Pelatihan Peningkatan Mutu Pengajar yang digelar di auditorium Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI) Banda Aceh, Selasa (24/2/2026).  

95 Pengajar Dayah Insan Qurani Dibekali Kurikulum Berbasis Cinta, Integrasikan Akademik dan Karakter

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 95 tenaga pengajar Dayah Insan Qurani mengikuti Pelatihan Peningkatan Mutu Pengajar yang digelar di auditorium Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI) Banda Aceh, Selasa (24/2/2026). 

Kegiatan bertema “Mengajar dengan Hati, Membangun Generasi Penuh Empati” ini menjadi langkah strategis dayah dalam memperkuat kualitas pembelajaran berbasis nilai dan karakter.

Pelatihan tersebut diikuti dewan guru dan tenaga pendidik sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.

Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga menitikberatkan pada penguatan adab, spiritualitas, dan pembentukan karakter santri.

Pimpinan Dayah Insan Qurani, Ust H Muzakkir Zulkifli SAg, yang sekaligus menjadi pemateri utama, menegaskan bahwa ruh cinta harus menjadi fondasi dalam setiap proses pendidikan.

“Mengajar bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi membentuk jiwa dan karakter. Anak masih dalam proses tumbuh. Setiap kesalahan harus diarahkan dengan sabar. Aturan dibuat untuk dijalankan, bukan sekadar formalitas,” ujar Ust Muzakkir.

Menurutnya, ketika anak telah mencintai proses belajar dan kebaikan, pendidikan tidak lagi berjalan karena paksaan, melainkan tumbuh dari kesadaran diri. 

“Jika anak sudah cinta belajar dan cinta berbuat baik, ia akan bergerak dengan kesadaran sendiri,” tambahnya. 

Dalam penguatan materinya, ia memaparkan sepuluh prinsip kepengasuhan di lingkungan dayah, antara lain penanaman kejujuran (shiddiq), disiplin, kerja keras, kecintaan terhadap proses belajar,

kebersamaan, pendampingan, pelatihan kepemimpinan, semangat kompetitif yang sehat, keteraturan hidup, serta keberanian melahirkan ide-ide inovatif.

“Guru berkorban, anak belajar berjuang. Pendidikan tidak akan berhasil tanpa keseriusan kedua belah pihak,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dalam membentuk karakter santri. “Saat anak salah, dampingi. Saat anak lelah, kuatkan,”

“Saat anak berhasil, apresiasi. Pendampingan hari ini menentukan karakter anak di masa depan,” ujarnya.

Sesi berikutnya diisi oleh Dr Nazarullah SAg MPd, yang menyampaikan materi bertajuk “Spiritual Pedagogy: Solusi Mendidik Generasi Z dengan Cinta di Madrasah Insan Qur’ani.” 

Ia menyoroti tantangan mendidik Generasi Z yang dinamis dan kritis, sehingga diperlukan pendekatan spiritual yang menyentuh aspek emosional dan nilai.

“Guru harus menjadi teladan, pembimbing, sekaligus inspirator. Pendekatan spiritual membuat hubungan guru dan santri lebih kuat secara emosional dan sarat makna,” jelas Nazarullah. 

Sementara itu, Kamarullah SAg MPd, memaparkan strategi implementasi “Kurikulum Berbasis Cinta.” 

Ia menegaskan bahwa kurikulum tidak boleh semata-mata berorientasi pada capaian akademik, melainkan harus mengintegrasikan nilai empati, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan dalam setiap mata pelajaran.

Melalui pelatihan ini, Dayah Insan Qur’ani berharap implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar terwujud dalam praktik pembelajaran sehari-hari. 

Dayah Insan Qurani optimistis mampu melahirkan generasi yang cerdas secara [ar1] intelektual, matang secara spiritual, serta kokoh dalam karakter dan kepemimpinan.(ar)

Baca dan Ikuti Berita Serambinews.com di GOOGLE NEWS 

Bergabunglah Bersama Kami di Saluran WhatsApp SERAMBINEWS.COM 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved