Berita Banda Aceh
Aceh Kehilangan 39.687 Hektare Tutupan Hutan Sepanjang 2025, Ini Datanya
Angka deforestasi yang mencapai puluhan ribu hektare ini menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir dan diduga menjadi faktor utama pemicu
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh mencatat Aceh kehilangan 39.687 hektare hutan pada 2025, tertinggi dalam satu dekade dan melonjak tajam dibanding 2023.
- Di Kawasan Ekosistem Leuser wilayah Aceh, total kehilangan hutan mencapai 28.012 hektare, diduga memperparah risiko banjir dan longsor akhir 2025.
- Penyebab deforestasi berasal dari faktor alam dan aktivitas manusia, dengan kehilangan tertinggi terjadi di Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA) mencatat Aceh kehilangan 39.687 hektare tutupan hutan sepanjang periode tahun 2025.
Angka deforestasi yang mencapai puluhan ribu hektare ini menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir dan diduga menjadi faktor utama pemicu bencana banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025.
"Terdapat lonjakan yang sangat tajam pada tahun 2025. Angka kehilangan hutan melonjak menjadi 39.687 hektare berdasarkan data pemantauan kami," ujar Manager GIS Yayasan HAkA, Lukmanul Hakim, dalam konferensi pers di Banda Aceh, Rabu (25/2/2026).
Menurut Lukman, tren kehilangan tutupan hutan di Aceh sempat menunjukkan penurunan konsisten sejak 2015 hingga mencapai titik terendah pada 2023 (8.906 hektare). Namun, pada tahun 2025 kembali meningkat tajam.
Lukman juga mengungkap, bahwa berdasarkan data, sebelum terjadinya bencana pada akhir November 2025, tren peningkatan kehilangan tutupan hutan di Aceh sudah terlihat.
“Hal ini tercermin dari kehilangan tutupan hutan di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) Aceh periode Januari September 2025 seluas 5.955 hektare, yang telah melampaui total kehilangan tutupan hutan Januari-Desember 2024 sebesar 5.699 hektare,” jelasnya.
Baca juga: 19.236 Jiwa Korban Banjir di Aceh Utara Masih Mengungsi, Lahan Jadi Kendala Pembangunan Huntara
Khusus di KEL wilayah Aceh, kata Lukman, total kehilangan tutupan hutan sepanjang 2025 mencapai 28.012 hektare. Kerusakan di kawasan tersebut memperparah risiko bencana alam.
Lebih lanjut, dalam data tersebut HAkA membagi penyebab kehilangan tutupan hutan menjadi dua faktor utama. Pertama karena faktor alami dan faktor antropogenik atau manusia.
Kehilangan tutupan hutan akibat faktor alam paling banyak terjadi di wilayah Aceh Timur, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah.
Hal ini berkaitan dengan bencana tanah longsor atau pembukaan lahan akibat fenomena alam.
“Sementara faktor antropogenik, mendominasi di wilayah Aceh Selatan seluas 2.195 hektare, Nagan Raya 2.195 hektare, dan Bireuen 1.261 hektare,” katanya.
Adapun wilayah dengan Kehilangan Hutan Tertinggi di Aceh pada tahun 2025 yakni Aceh Timur seluas 8.535 hektare, Aceh Tengah 6.910 hektare, Gayo Lues 6.773 hektare, Bener Meriah 3.463 hektare, dan Aceh Utara 2.448 hektare. (*)
Baca juga: VIDEO - Suasana Kota Santri Samalanga Menjelang Berbuka Puasa
| UPTD Ulee Lheue dan BPKS Sepakat Optimalkan Penggunaan Tiket Online |
|
|---|
| 37 Siswa SMA Negeri 9 Banda Aceh Lulus SNBP 2026, 29 Orang di USK |
|
|---|
| Peningkatan Sejumlah Jalan hingga Penataan Taman, Ini 5 Proyek Strategis Prioritas di Banda Aceh |
|
|---|
| Prodi IAT UIN Ar-Raniry Banda Aceh Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT |
|
|---|
| Lantik Pengurus Baru, Cak Imin Minta Kader PKB Jaga Amanah Masyarakat Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/hutan-25022026.jpg)