Berita Pidie
Saber Pangan dan Bulog Cek Produksi dan Harga Beras Yusima di Pidie
Tim Satgas Saber Pangan Aceh kembali turun lapangan untuk memastikan pasokan dan harga beras tetap stabil selama Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1447
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Tim Satgas Saber Pangan Aceh bersama Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog meninjau kilang padi di Pidie guna memastikan stok dan harga beras stabil jelang Idul Fitri.
- Harga beras premium di atas HET dipicu tingginya harga gabah dan panjangnya rantai distribusi dari pabrik ke pedagang.
- Satgas memperkuat pengawasan serta mengimbau pedagang mematuhi HET demi menjaga daya beli masyarakat selama Ramadhan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, PIDIE – Tim Satgas Saber Pangan Aceh kembali turun lapangan untuk memastikan pasokan dan harga beras tetap stabil selama Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kali ini, tim Saber Pangan yang terdiri atas Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Pangan Aceh, Satreskrim Polres Pidie, Kepala UPTD BPMKP dan Bulog Kanwil Aceh dan Pidie mendatangi Kilang Padi Yusima di Desa Lhok Igue, Kecamatan Tiro/Truseb, Pidie, Rabu (25/2/2026).
Sehari sebelumnya, tim Saber Pangan telah mengecek pasokan dan harga beras di Kilang Padi Meutuah Baro (MB) di Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.
Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Aceh, Ichsan mengatakan fokus utama kunjungan ini untuk menelusuri penyebab masih ditemukannya beras premium merk Yusima yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasar-pasar tertentu.
“Pengawasan ini penting untuk memastikan rantai distribusi berjalan sehat. Kami memastikan stok di produsen dan kapasitas produksinya,” kata Ichsan.
Dalam diskusi bersama pihak produsen, terungkap beberapa penyebab sehingga harga beras Yusima dijual lebih mahal.
Baca juga: Aceh Kehilangan 39.687 Hektare Tutupan Hutan Sepanjang 2025, Ini Datanya
Di antaranya, tingginya harga gabah di tingkat petani. Saat ini harga gabah berkisar antara Rp 7.100-Rp 7.500 per Kg, yang secara otomatis menekan harga jual beras di pasar.
Kemudian, tingginya harga beras di pasar seperti Pasar Al-Mahira, Banda Aceh, disebabkan oleh pedagang yang tidak mengambil stok langsung dari pabrik, melainkan melalui rantai perantara yang panjang.
Dalam kesempatan itu, ungkap Ichsan, pihak produsen mengharapkan adanya dukungan permodalan agar dapat menyerap gabah petani lokal secara maksimal sehingga gabah Aceh tidak lari ke luar daerah.
"Bulog bersama instansi terkait akan terus memperkuat pengawasan.
Jika kendala fisik menjadi hambatan di kabupaten/kota yang jauh, kami akan berkoordinasi secara intensif melalui pemantauan digital (zoom) guna memastikan harga pangan tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat Aceh selama Ramadhan," tegas Ichsan.
Ichsan menyampaikan, Kilang Padi Yusima memiliki kapasitas gudang yang besar hingga 10.000 ton, namun saat ini operasional sedang melambat menunggu musim panen raya di wilayah Pidie dan sekitarnya.
Baca juga: VIDEO Pasukan Darat Iran Gelar Latihan Tempur di Tengah Potensi Serangan AS
Pihak Kilang Padi Yusima telah mengantongi izin SPPB dan Izin Edar resmi, sehingga secara mutu dan legalitas telah memenuhi standar pemerintah.
“Satgas mengimbau para pedagang untuk mematuhi regulasi HET demi menjaga daya beli masyarakat menjelang hari raya,” tutup Pimwil Bulog Aceh, Ichsan. (*)
| Kapolda Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Empat Kecamatan Pidie |
|
|---|
| Prajurit Yonif TP 857/GG Bina Pelajar dari Dua Kecamatan di Pidie |
|
|---|
| Prajurit TNI Yonif TP 857/GG Revitalisasi Lapangan Tembak di Mane Pidie |
|
|---|
| Perumdam Tirta Mon Krueng Baro Kunjungi BSPJI, Teken MoU dan Jalin Kerjasama |
|
|---|
| Realisasi APBK Pidie Rp 1,90 Triliun, Wabup Angka Itu Masih Sementara Karena Belum Diaudit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/saber-pangan-25022025.jpg)