Breaking News
Senin, 25 Mei 2026

Berita Pidie

Jelang Idul Adha, 261 Anak Yatim di Kembang Tanjung Disantuni

Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat mengikis pendidikan agama, adab hingga kesehatan anak-anak.

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
SERAHKAN SANTUNAN - Camat Kembang Tanjung, Fauzi Harfa saat menyerahkan santunan kepada anak yatim di wilayah setempat Minggu (24/5/2026). 

Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat mengikis pendidikan agama, adab hingga kesehatan anak-anak.

SERAMBINEWS.COM - Sebanyak 261 anak yatim/piatu dari 45 gampong di Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie disantuni pada Minggu (25/5/2026).

Camat Kembang Tanjong, Fauzi Harfa mengharapkan agar orang tua tetap mengawasi anak-anak khususnya penggunan gadget.

Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat mengikis pendidikan agama, adab hingga kesehatan anak-anak.

Santunan anak yatim yang berlangsung di Masjid Nurul Mukmin. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPPI) M. Rasyid, Ketua PHBI Kembang Tanjong Abi Madi, Ketua Forum Keuchik Nazaeullah yang juga Keuchik Gampong Tanjong Krueng, perwakilan Kapolsek dan Koramil Kembang Tanjong, Ketua Forum Mukim Kembang Tanjong, Yahya Husin, Kepala UPTD Puskesmas Kembang Tanjong dr. Zahara.

Dalam santunan itu, masing-masing anak yatim menerima bantuan berupa 10 kilogram beras, sarung, sajadah dan uang tunai Rp4 00 ribu per jiwa.

Menurut Fauzi Harfa, tantangan anak-anak saat ini jauh lebih berat dibanding generasi sebelumnya.

 Jika dahulu anak-anak lebih dekat dengan pendidikan agama dan aktivitas di meunasah maupun masjid, kini perhatian mereka banyak tersita oleh handphone dan media sosial.

“Mari sama-sama kita menjaga generasi muda ini. Saya titip anak-anak yatim ini kepada ibu dan para orang tua wali untuk dijaga dan dididik dengan baik. Hari ini kita sedang digempur berbagai persoalan informasi global melalui handphone.

Kalau tidak diawasi, anak-anak bisa kehilangan arah, akhlak dan semangat belajar,” kata Fauzi Harfa.

Persoalan kecanduan gadget tidak bisa dianggap sepele karena telah menyentuh aspek agama, sosial hingga kesehatan generasi muda.

“Jika terus menerus main HP, mereka akan jauh dari Al-Qur’an, malas belajar agama, kurang hormat kepada orang tua dan mulai kehilangan adab dalam pergaulan. Ini yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Fauzi Harfa juga mengingatkan anak-anak yatim membutuhkan perhatian lebih agar tetap tumbuh dalam lingkungan yang sehat secara spiritual dan memiliki pegangan agama yang kuat di tengah derasnya pengaruh budaya luar melalui media sosial.

Ia mengingatkan jika kondisi tersebut dibiarkan, generasi muda dikhawatirkan tumbuh menjadi pribadi individualis dan kehilangan nilai kebersamaan yang selama ini menjadi budaya masyarakat Aceh.

Selain itu, penggunaan gadget berlebihan juga dinilai berdampak terhadap kesehatan fisik maupun mental anak-anak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved