Selasa, 2 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Pada Januari,  Inflasi Aceh Capai 6,69 Persen, BI Imbau Warga Belanja dengan Bijak

“Tekanan inflasi terutama disebabkan oleh terganggunya distribusi pascabencana. Namun seiring perbaikan infrastruktur dan mulai normalnya pasokan,

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
Serambi/Syamsul Azman
Kepala BI Perwakilan Aceh, Agus Chusaini. 

 


Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hingga Januari 2026, inflasi Aceh tercatat sebesar 6,69 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kenaikan tersebut dipicu dampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Karena mengganggu jalur distribusi dan pasokan sejumlah komoditas strategis.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, dalam pertemuan dengan awak media di Banda Aceh, Kamis (26/2/2026).

Agus mengatakan, selain secara tahunan, inflasi Aceh juga mengalami kenaikan sebesar 3,55 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Januari 2026.

“Tekanan inflasi terutama disebabkan oleh terganggunya distribusi pascabencana. Namun seiring perbaikan infrastruktur dan mulai normalnya pasokan, inflasi diharapkan dapat lebih terkendali pada bulan-bulan mendatang,” ujar Agus, Kamis (26/02/25).

Tekanan harga, lanjutnya, terutama berasal dari komoditas pangan seperti beras, bawang merah, dan cabai merah.

Selain itu, penyesuaian tarif listrik dan angkutan udara turut menyumbang kenaikan inflasi.

Gangguan pasokan menyebabkan lonjakan harga di sejumlah wilayah, antara lain Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang.

Baca juga: Harga Emas Dunia Tergelincir! Dolar AS Menguat, Investor Deg-degan Tunggu Data Inflasi

Meski demikian, BI bersama Pemerintah Aceh dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat langkah stabilisasi melalui pengendalian harga, kelancaran distribusi bahan pokok, serta pelaksanaan operasi pasar guna menjaga daya beli masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi, BI Aceh juga mengampanyekan gerakan Belanja Bijak kepada masyarakat.

Agus menegaskan pihaknya tidak bosan mengingatkan masyarakat agar berbelanja secara rasional.

“Terkait konsep belanja bijak, tentu ini tetap akan terus kami sampaikan kepada masyarakat. Kami tidak bosan mendorong agar masyarakat dapat berbelanja secara bijak,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved