Kamis, 7 Mei 2026

Berita Langsa

RSUCM dan Klinik Cut Meutia Edukasi Hipertensi & DM di PN Langsa, Ini Risiko dan Cara Pencegahannya

Rumah Sakit Umum Cut Meutia atau RSUCM bersama Klinik Cut Meutia (KCM) PT CMN, menggelar kegiatan edukasi kesehatan dan promosi pelayanan kesehatan

Tayang:
Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
FOTO BERSAMA - Pihak RSUCM, Klinik Cut Meutia dan PN Langsa foto bersama seusai digelarnya edukasi pencegahan penyakit hipertensi dan DM di PN Langsa, Jumat (27/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • RSUCM dan Klinik Cut Meutia menggelar edukasi kesehatan tentang hipertensi dan diabetes melitus di PN Langsa.
  • Peserta mendapat pemahaman mengenai faktor risiko, gejala, komplikasi, serta pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit “silent killer”.
  • Edukasi juga membahas pola makan saat puasa bagi penderita HT dan DM, termasuk anjuran konsumsi makanan sehat, cukup cairan, serta kondisi yang mengharuskan membatalkan puasa.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa

SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA - Rumah Sakit Umum Cut Meutia atau RSUCM bersama Klinik Cut Meutia (KCM) PT CMN, menggelar kegiatan edukasi kesehatan dan promosi pelayanan kesehatan, tentang Hipertensi dan Diabetes Melitus.

Kegiatan sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pencegahan penyakit tidak menular ini  berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Langsa, Jumat (27/2/2026).

Edukasi diikuti oleh jajaran pegawai dan staf pengadilan dengan antusias untuk mendapatkan pemahaman mengenai faktor risiko, gejala, pencegahan.

Kemudian pentingnya deteksi dini terhadap hipertensi dan diabetes melitus yang kerap disebut sebagai silent killer itu.

Hadir Kepala RSU Cut Meutia, dr Hanafi Nasution, MKM bersama tim promosi kesehatan RSUCM dan Klinik Cut Meutia, Ketua PN Langsa, Kemas Reynald Mei, SH, MH, Wakil Ketua PN, Reza Adhian Marga, SH, MH, dan lainnya. 

Ketua PN Langsa, Kemas Reynald Mei, SH, MH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada RSUCM dan Klinik Cut Meutia atas terselenggaranya kegiatan edukasi kesehatan dan promosi pelayanan kesehatan di lingkungan PN setempat. 

Baca juga: Korban Banjir di Seuneubok Baro Aceh Tamiang Peroleh Obat Esensial dari Dosen Unsam Langsa

Dirinya menyampaikan bahwa kegiatan bertema Hipertensi dan Diabetes Melitus ini sangat relevan dan memberikan manfaat besar bagi seluruh aparatur serta pegawai pengadilan. 

Tingginya tuntutan dan beban pekerjaan kerap membuat pegawai kurang memperhatikan pola hidup sehat, seperti pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang cukup, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. 

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit tidak menular yang berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup.

"Oleh karena itu, ia menilai edukasi kesehatan seperti ini sangat penting sebagai langkah pencegahan sekaligus pengingat terhadap pentingnya menjaga kesehatan," kata Ketua PN. 

Diabetes Mellitus atau DM

Diabetes mellitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, yang terjadi kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya.

Baca juga: Yayasan Ruang Kito Basamo Minta Publik Tidak Tergesa Simpulkan Dugaan Keracunan MBG di Pasie Raja

DM tipe 1 adalah pankreas tidak menghasilkan insulin, dan DM tipe 2 adalah pankreas menghasilkan insulin tetapi jumlahnya kurang ataupun jumlahnya cukup tetapi sensitifitas insulinnya menurun.

Gejala utama DM adalah banyak makan, banyak minum (haus), banyak BAK, dan penurunan berat badan.

Kemudian gejala tambahan, sering kesemutan, penglihatan kabur, cepat lelah, luka sulit sembuh, dan impotensi pada laki-laki.

Sementara faktor risiko, gaya hidup, obesitas, dislipidemia, hipertensi, diet tinggi gula, tinggi garam dan rendah serat.

Kemudian komplikasi DM adalah stroke, kaki diabetes, serangan jantung, gagal ginjal, diabetic neuropathy.

Hipertensi

Hipetensi adalah suatu penyakit dimana tekanan darah sistolik di atas sama dengan 140mmHg dan atau tekanan darah diastolik di atas sama dengan 90 mmHg.

Hipertensi sering disebut the silent killer karena sering tanpa keluhan, dengan gejala sering sakit kepala, sakit di dada, penglihatan kabur, dan mudah lelah.

Faktor risiko adalah gaya hidup, dislipidemia, obesitas, konsumsi garam berlebih, dan merokok.

Komplikasi hipertensi yaitu terkena stroke, gagal jantung, gagal ginjal, dan polineuropathy.

Obat HT dan DM harus diminum seumur hidup sesuai dengan dosis dari dokter, serta obat HT dan DM aman dikonsumsi jangka panjang dan aman untuk ginjal.

Kebutuhan cairan setiap individu secara umun 2L/hari, dan bagi orang-orang yang memiliki HT dan DM makanan yang direkomendasikan saat sahur.

Diantaranya, karbohidrat yaitu nasi, gandum, roti, buah dan sayur mayur, makanan tinggi protein.

Sedangkan cairan, dianjurkan minum banyak air mineral, serta hindari minum minuman manis dan kafein.

Sementara makanan yang direkomendasikan saat berbuka puasa adalah kurma, dimakan saat berbuka, namun sebaiknya dibatasi karena kurma memiliki kadar gula yang tinggi.

Kemudian karbohidrat dalam jumlah kecil, makanan tinggi protein, dan untuk cairan diajurkan meminum air mineral yang cukup. 

Selain itu, hindari minum minuman yang mengandung kafein dan minuman manis. 

Kapan harus membatalkan puasa? saat gula darah <70mg> 300mg/dl, dehidrasi, dan memiliki penyakit akut. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved