Berita Bireuen
Polisi Police Line Dapur MBG Simpang Mamplam, Sampel Diduga Penyebab Keracunan Dikirim ke BPOM
Sebanyak 140 warga Simpang Mamplam dan Pandrah, Bireuen, diduga keracunan makanan MBG pada 26–27 Februari 2026.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 140 warga Simpang Mamplam dan Pandrah, Bireuen, diduga keracunan makanan MBG pada 26–27 Februari 2026.
- Sampel makanan seperti bakso, jelly, susu kotak, kue bolu, dan kurma telah dikirim ke BPOM Banda Aceh untuk pemeriksaan.
- Polisi juga memasang garis polisi di dapur MBG Simpang Mamplam guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa 140 warga, terdiri dari anak-anak dan orang dewasa di Kecamatan Simpang Mamplam dan Pandrah, Bireuen, sejak Kamis hingga Jumat (26–27 Februari 2026), terus ditangani secara intensif.
Sebagian pasien sudah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah puskesmas dan rumah sakit.
Untuk memastikan penyebab keracunan, sampel makanan yang dikonsumsi warga hingga muntah-muntah, pusing, dan diare telah diambil dan dikirim ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Banda Aceh.
Kepala UPTD Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, SKM menjelaskan, bahwa sampel yang dikirim meliputi bakso, minuman jelly, susu kotak, kue bolu, dan kurma.
Sedangkan jeruk tidak diikutsertakan karena dianggap tidak relevan.
“Sampel diambil dari beberapa lokasi, setelah dipastikan layak dijadikan bahan pemeriksaan, langsung dibawa ke puskesmas dan kemudian dikirim ke Banda Aceh pada Jumat kemarin,” ujarnya.
Baca juga: Terungkap Info Awal Kasus Dugaan Keracunan MBG di Bireuen, Warga Telepon Kepala Puskesmas
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru bisa diketahui dalam waktu sekitar empat hari.
Garis Polisi
Di lain hal, Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani melalui Kasat Reskrim, AKP Jeffryandi, STrK, SIK, MSi menyampaikan, bahwa pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di dapur MBG yang berlokasi di Keude Simpang Mamplam tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut sekaligus menjaga keamanan lokasi.
“Police line dipasang agar proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur. Kami juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yayasan hingga Jumat malam,” jelas Kasat Reskrim.
Dengan adanya police line, aktivitas di dapur MBG untuk sementara dihentikan hingga hasil pemeriksaan keluar.
Aparat kepolisian bersama BPOM akan menelusuri lebih jauh apakah ada kelalaian dalam pengolahan makanan atau faktor lain yang menyebabkan keracunan massal.
Baca juga: Puluhan Pasien Diduga Keracunan MBG di Bireuen Masih Dalam Perawatan
Sementara itu, pihak puskesmas dan rumah sakit terus memantau kondisi pasien yang masih dirawat.
keracunan MBG
Kasus Keracunan MBG
sampel makanan
BPOM
police line
Dapur MBG
Simpang Mamplam
Bireuen
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Banjir Rob Hancurkan Tanggul di Pantai Alue Kuta Bireuen, Warga Tutup dengan Batu Gajah |
|
|---|
| Wow! Kankemenag Bireuen Sembelih 86 Ekor Hewan Kurban, Daging Dibagikan ke Warga & Siswa Miskin |
|
|---|
| UNIKI Sembelih 8 Hewan Kurban, Geulanggang Gampong Sembelih 45 Ekor |
|
|---|
| Abrasi Dampak Banjir Rob di Alue Kuta Jangka Ditangani Darurat |
|
|---|
| Warga Kommes Bireuen Sembelih 19 Hewan Kurban Bantuan Warga dan Turkiye |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jenguk-anak-anak-diduga-keracunan-MBG-di-Simpang-Mamplam.jpg)