Minggu, 3 Mei 2026

Berita Aceh Barat

Fiskal Melemah, Bupati Tarmizi Tegaskan Tak Boleh Ada Kebocoran PAD di Aceh Barat

Rapat tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah dinamika ekonomi nasional

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Mursal Ismail
Kominsa Aceh Barat
PIMPIN RAPAT - Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, memimpin rapat perdana Satuan Tugas optimalisasi PAD di Ruang Rapat Teuku Umar, Setdakab Aceh Barat, Senin (2/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Aceh Barat Tarmizi memimpin rapat perdana Satgas Optimalisasi PAD sebagai langkah memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah tantangan ekonomi nasional & global.
  • PAD Aceh Barat masih sekitar 11 persen dari total pendapatan, sehingga pemerintah fokus menggali potensi baru, mencegah kebocoran, dan meningkatkan pengelolaan pendapatan secara transparan.
  • Pemkab juga akan mengaktifkan kembali BUMD sebagai motor penggerak ekonomi untuk mengelola potensi sektor laut, darat, dan pertambangan.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, memimpin rapat perdana Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Ruang Rapat Teuku Umar, Setdakab Aceh Barat, Senin (2/3/2026).

Rapat tersebut menjadi langkah awal Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.

Tarmizi menegaskan bahwa optimalisasi PAD merupakan instruksi langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada seluruh kepala daerah di Indonesia.

Instruksi tersebut menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi daerah dalam menggali sumber-sumber pendapatan guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat.

“Selama ini kita menghadapi efisiensi anggaran dengan berbagai dinamika, baik nasional maupun global.

Karena itu, daerah diminta lebih kreatif dalam memikirkan sumber PAD sebagai penopang kebutuhan pembangunan,” ujar Tarmizi saat memimpin rapat perdana dengan Satgas PAD, Senin (2/3/2026).

Baca juga: 4.000 Porsi Kanji Rumbi Dibagikan, Relawan di Aceh Barat Konsisten Berbagi Selama Ramadan

Ia mengungkapkan, saat ini kontribusi PAD Aceh Barat masih tergolong rendah, yakni sekitar 11 persen dari total pendapatan daerah.

Selebihnya, sekitar 89 persen, masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut diperparah dengan melemahnya fiskal daerah dalam dua tahun terakhir.

“Dengan kondisi fiskal yang lemah, satu-satunya solusi adalah memperkuat PAD. Inilah yang menjadi fokus utama kita dalam menindaklanjuti arahan Presiden.

Karena itu, kita membentuk Satgas PAD yang melibatkan lintas sektor untuk merumuskan solusi konkret yang efektif tanpa memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Tarmizi, masih terdapat sejumlah potensi PAD di Aceh Barat yang belum tergarap optimal, bahkan mengalami kebocoran.

Ia menekankan bahwa dalam situasi fiskal yang terbatas, tidak boleh ada lagi sumber pendapatan daerah yang terbuang sia-sia.

Baca juga: Pastikan Dana Rujukan Berjalan Baik, Bupati dan Wabup Aceh Barat Sidak RSUD Cut Nyak Dhien

“Kita harus memastikan tidak ada kebocoran. Semua potensi yang ada harus dikelola secara maksimal dan transparan,” katanya.

Sebagai bagian dari langkah strategis, Pemkab Aceh Barat juga akan mengaktifkan kembali Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar dapat berperan lebih optimal dalam mendongkrak PAD.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved