Selasa, 21 April 2026

Berita Aceh Tengah

Atasi Lubang Raksasa Ketol, Sumur Bor Sedalam 70 Meter Disiapkan

“Kalau hujan turun semuanya akan kita hisap dan airnya akan digunakan buat irigasi sprinkler ataupun tetes.” ARIE SETIADI MOERWANTO

Editor: mufti
Kompas.com/Tangkapan Layar Iwan Bahagia
AMBLAS - Lubang sekitar 2000 meter terbentuk di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Pusat dan Pemkab Aceh Tengah menyiapkan solusi teknis untuk penanganan lubang raksasa di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol
  • Solusi tersebut berupa pembangunan sumur bor dalam, pengendalian aliran air bawah tanah, serta jalur alternatif sementara.
  • Selain penanganan teknis di lokasi, akses jalan sementara (detour) juga disiapkan oleh tim bidang marga dengan jalur alternatif sepanjang kurang lebih empat kilometer.

“Kalau hujan turun semuanya akan kita hisap dan airnya akan digunakan buat irigasi sprinkler ataupun tetes.” ARIE SETIADI MOERWANTO, Kepala Satgas Percepatan Penanganan Dampak Bencana

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Pemerintah Pusat dan Pemkab Aceh Tengah menyiapkan solusi teknis untuk penanganan lubang raksasa di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol. Solusi tersebut berupa pembangunan sumur bor dalam, pengendalian aliran air bawah tanah, serta jalur alternatif sementara guna menjaga keselamatan masyarakat dan kelancaran akses transportasi.

Peninjauan lapangan dilakukan langsung di lokasi pada Senin (2/3/2026) oleh Kepala Satgas Percepatan Penanganan Dampak Bencana wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Arie Setiadi Moerwanto.

Arie menjelaskan, salah satu penyebab utama meluasnya longsoran adalah aliran air bawah tanah yang bergerak cepat dan mengikis struktur tanah.

Sebagai langkah pengendalian, pemerintah akan membangun tiga sumur bor dalam untuk menyedot aliran air dari kawasan terdampak. Saat ini pengeboran sudah mencapai kedalaman 12 meter dengan target hingga 70 meter.

“Langkah pertama, kita akan alihkan aliran air dengan aman. Mudah-mudahan para petani yang butuh air tidak dikorbankan, itu yang kita lakukan,” ujar Arie.

Ia menambahkan, air yang tersedot nantinya akan dimanfaatkan untuk sistem irigasi sprinkler dan irigasi tetes, sehingga penggunaan air menjadi lebih hemat, sekaligus mendukung keberlanjutan pertanian dan perkebunan masyarakat.

“Caranya bagaimana kita akan mencegah, di situ kan sudah ada pembuatan sumur bor dalam, nanti ada tiga. Jadi aliran dari sungai akan diarahkan, kalau hujan turun semuanya akan kita hisap dan airnya akan digunakan buat irigasi sprinkler ataupun tetes, jadi sedikit merubah cara bertani masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, penggunaan irigasi tetes akan mengalirkan air langsung ke akar tanaman sehingga lebih efisien dibandingkan sistem konvensional. “Jadi ekonomi masyarakat juga Insya Allah akan tumbuh. Dapat digunakan untuk pertanian dan perkebunan masyarakat,” sambungnya.

Selain penanganan teknis di lokasi, akses jalan sementara (detour) juga disiapkan oleh tim bidang marga dengan jalur alternatif sepanjang kurang lebih empat kilometer. Pembangunan jembatan permanen akan dipertimbangkan setelah kondisi tanah dinyatakan stabil dan aman.

Dalam peninjauan itu turut dihadiri Bupati dan wakil Bupati Aceh Tengah, jajaran kepala SKPK, camat Ketol, serta para reje kampung setempat.(am)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved