Rabu, 3 Juni 2026

Berita Banda Aceh

UIN Ar-Raniry Genjot Dana Riset 2026, Rektor Minta Dosen Serius Siapkan Proposal

Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menargetkan peningkatan perolehan dana riset melalui skema MoRA The AIR Funds 2026 dari Kemenag

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
FOTO BERSAMA – Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh bersama civitas academika kampus tersebut melakukan foto bersama di sela-sela kegiatan sosialisasi MoRA The AIR Funds 2026, di Aula Gedung SBSN, Rabu (4/3/2026). 

Ringkasan Berita:UIN Ar-Raniry Banda Aceh menargetkan peningkatan dana riset 2026 melalui skema **MoRA The AIR Funds**, dengan dosen didorong menyiapkan proposal berkualitas.
 
Rektor Prof. Dr. Mujiburrahman menekankan tim peneliti harus disiplin mengikuti standar penyusunan proposal agar peluang pendanaan lebih besar.
 
Kemenag menyoroti pentingnya riset aplikatif dan kolaboratif, selaras dengan prioritas nasional, untuk meningkatkan publikasi internasional, paten, dan dampak kebijakan.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menargetkan peningkatan perolehan dana riset melalui skema MoRA The AIR Funds 2026 dari Kementerian Agama Republik Indonesia. 

Untuk itu, pada dosen didorong memperkuat kualitas proposal agar peluang lolos pendanaan lebih besar.

Dalam sosialisasi MoRA The AIR Funds 2026, di Aula Gedung SBSN, Rabu (4/3/2026), Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman mengatakan, bahwa serapan dana riset kampus selama ini belum optimal dibanding total anggaran nasional yang tersedia. 

“Setelah sosialisasi ini, segera bentuk tim peneliti. Jangan berhenti hanya selesai di acara ini saja. Pastikan proposal yang diajukan benar-benar mengikuti standar agar peluang pendanaan lebih besar,” katanya.

Ia meminta ketua program studi dan pimpinan fakultas aktif mengawal penyusunan proposal

Menurutnya, kelemahan substansi dan ketidaktepatan penyusunan anggaran kerap menjadi kendala. 

“Ada proposal bagus tapi anggarannya tidak proporsional. Ada juga yang lemah sejak awal. Ini soal kedisiplinan mengikuti pedoman,” ujarnya.

Baca juga: UIN Ar-Raniry Banda Aceh Buka Penjaringan Calon Rektor Periode 2026-2030

Pada Program Riset Indonesia Bangkit 2026, kata dia, UIN Ar-Raniry hanya meloloskan dua tim. 

Tim yang diketuai Inayatillah memperoleh anggaran Rp 350 juta untuk dua tahun, sedangkan tim yang dipimpin Zya Dyena Meutia meraih Rp 500 juta untuk periode yang sama. 

“Sebelumnya tahun 2025 tim peneliti yang diketuai Abd. Mujahid Hamdan memperoleh anggaran penelitian Rp 5 milyar untuk 3 tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan penguatan sumber daya manusia perguruan tinggi keagamaan menjadi prasyarat menuju visi Indonesia Emas 2045. Instrumennya antara lain beasiswa dan riset.

Ia menyoroti transformasi sejumlah IAIN menjadi UIN yang belum sepenuhnya ditopang dosen berlatar belakang sains dan STEM. 

Menurut dia, percepatan pendidikan sarjana dan pascasarjana di bidang sains dan teknologi mendesak untuk meningkatkan daya saing kelembagaan.

“Kalau ingin bicara daya saing global, kuncinya kualitas SDM. Itu dimulai dari pendidikan tinggi,” kata Ruchman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved