Berita Abdya
Harga Gabah di Abdya Bertahan Rp6.800 Per Kg, Sedikit Lebih Tinggi dari HPP
Pada awal Maret 2026, sejumlah areal persawahan di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Abdya kini telah memasuki masa panen.
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Harga gabah kering panen (GKP) di Aceh Barat Daya bertahan Rp6.800/kg, sedikit di atas HPP Rp6.500/kg, di tengah pertengahan musim panen Maret 2026.
- Panen berlangsung bertahap di Jeumpa, Susoh, Blangpidie, Setia, Tangan-Tangan, serta sebagian Kuala Batee dan Babahrot karena perbedaan masa tanam.
- Petani berharap harga tetap stabil karena biaya produksi meningkat; hasil panen cukup baik meski ada serangan hama ringan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Memasuki pertengahan musim panen, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bertahan di angka Rp 6.800 per kilogram (kg).
Harga ini, sedikit tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kg.
Pada awal Maret 2026, sejumlah areal persawahan di beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Abdya kini telah memasuki masa panen.
Di antaranya kawasan Kecamatan Jeumpa, Susoh, Blangpidie, Setia, serta sebagian wilayah Kecamatan Tangan-Tangan.
Aktivitas panen terlihat semakin meningkat, terutama saat cuaca cerah yang mendukung proses pemotongan dan penjemuran gabah.
Sementara di beberapa hamparan lainnya, kondisi tanaman padi masih bervariasi. Ada yang dalam waktu dekat akan dipanen, namun ada pula yang masih dalam tahap pertumbuhan.
Baca juga: Resmi! Zakat Fitrah di Abdya Ditetapkan Sebesar 2,8 Kg Per Jiwa
Perbedaan masa tanam membuat panen di Abdya berlangsung bertahap dan tidak serentak, terutama di Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot.
Salah seorang petani di Kecamatan Susoh, Helmi, mengaku bersyukur harga gabah saat ini masih bertahan di angka Rp 6.800 per kg.
Menurutnya, harga tersebut cukup membantu petani, meskipun belum sepenuhnya ideal jika dibandingkan dengan biaya produksi yang terus meningkat.
“Untuk sementara harga masih stabil di Rp 6.800 per kg di tingkat pengepul. Kalau kualitas gabah bagus dan kadar air rendah, biasanya bisa dapat harga sesuai itu. Tapi kalau kurang bagus, tentu ada potongan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, biaya produksi seperti pupuk, obat-obatan, dan ongkos tenaga kerja cukup membebani petani.
Karena itu, stabilitas harga menjadi harapan utama agar hasil panen tetap memberikan keuntungan.
Baca juga: Ucap Dua Kalimat Syahadat di Kantor Baitul Mal Aceh Selatan, Shinta Purnamasari Resmi Memeluk Islam
"Kalau harga turun saat panen raya, tentu petani yang paling terasa dampaknya. Karena itu kami berharap harga bisa bertahan, atau kalau bisa sedikit naik," ujarnya.
Helmi juga menyebutkan bahwa hasil panen musim ini tergolong cukup baik, meskipun di beberapa titik sawah masih ditemukan serangan hama ringan.
Ia berharap kondisi cuaca tetap mendukung hingga seluruh proses panen selesai dilaksanakan. (*)
| Meuseraya Toet Leumang Meriahkan HUT Abdya |
|
|---|
| Semua Unsur Kompak Berpartisipasi di HUT Ke-24 Abdya, Mulai Perbankan Hingga Pihak Perusahaan |
|
|---|
| Meuseraya Toet Lemang di HUT Ke-24 Abdya, Peluang Ekonomi Bagi Masyarakat Bumoe Breuh Sigupai |
|
|---|
| Harga BBM Non-Subsidi di Abdya Mulai Naik, Dexlite Melambung Tinggi |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Abdya 18 April 2026: Tujuh Kecamatan Diguyur Hujan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/harga-gabah-04032026.jpg)