Selasa, 14 April 2026

Berita Abdya

Produksi Padi di Abdya  Capai 7 Hingga 9 Ton Per Hektare

"Dari perhitungan menggunakan metode KSA (Kerangka Sampel Area), hasil ubinan tercatat bervariasi antara 7 hingga 9 ton per hektare," kata Hendri Yadi

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Masrian Mizani
HARGA GABAH - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Hendri Yadi. 

Ringkasan Berita:
  • Panen padi musim tanam (MT) 2025/2026 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sudah berlangsung sejak Januari dan terus berjalan bertahap di sejumlah kecamatan.
  • Berdasarkan hasil ubinan oleh BPS Abdya dan Dinas Pertanian, produktivitas padi tercatat 7–9 ton per hektare menggunakan metode KSA (Kerangka Sampel Area).
  • Harga Gabah Kering Panen (GKP) berada di kisaran Rp 6.800–Rp 7.000/kg, lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500/kg, sehingga menguntungkan petani.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Kepala Dinas Pertanian Aceh Barat Daya (Abdya) Hendri Yadi mengatakan, pelaksanaan panen padi pada musim tanam (MT) 2025/2026 di kabupaten setempat sudah mulai sejak Januari dan kini terus berjalan secara bertahap di sejumlah kecamatan. 

Berdasarkan hasil pengambilan ubinan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Abdya bersama Dinas Pertanian serta para penyuluh lapangan, kata Hendri, produksi padi sementara menunjukan hasil yang menggembirakan. 

"Dari perhitungan menggunakan metode KSA (Kerangka Sampel Area), hasil ubinan tercatat bervariasi antara 7 hingga 9 ton per hektare," kata Hendri Yadi kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).

Ia menyebutkan, dengan produktivitas yang baik serta harga gabah yang relatif stabil, Abdya optimistis tetap menjadi salah satu lumbung pangan di Provinsi Aceh. 

"Tidak hanya sebagai daerah penghasil utama, Abdya juga berperan sebagai penyangga pangan untuk wilayah pantai barat selatan Aceh, termasuk daerah-daerah yang terdampak bencana," ujarnya.

Menurut Hendri, capaian tersebut dinilai cukup baik dan menjadi indikator positif bagi sektor pertanian di Abdya pada awal tahun ini. 

"Selain produktivitas yang menjanjikan, harga gabah di tingkat petani juga terpantau stabil dan menguntungkan," ucapnya. 

Dari hasil panen yang telah berlangsung, sebut Hendri, harga Gabah Kering Panen (GKP) berada pada kisaran Rp 6.800 hingga Rp 7.000 per kilogram (kg). 

"Harga ini masih berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kg," ujar Hendri.

Baca juga: Pastikan Stabilitas Pasokan, Saber Pangan Aceh Sidak Kilang Padi

Ia mengatakan, kondisi tersebut memberikan harapan tersendiri bagi petani, terutama di tengah situasi di mana hanya sebagian kabupaten di Aceh yang sedang memasuki masa panen. 

Hendri juga menyampaikan optimismenya terhadap keberlanjutan harga gabah saat ini. 

Ia berharap harga GKP minimal dapat bertahan, bahkan jika memungkinkan terus mengalami peningkatan.

“Dengan kondisi harga yang masih di atas HPP, tentu ini sangat membantu petani. Kami berharap harga ini bisa terus stabil atau meningkat, apalagi saat ini tidak semua daerah sedang panen,” ujarnya.

Proses panen yang berlangsung bertahap ini, kata Hendri, diperkirakan masih akan terus berjalan dalam beberapa waktu ke depan, seiring dengan proses tanam yang berbeda di setiap wilayah. 

"Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan hasil panen dan stabilitas harga tetap terjaga demi kesejahteraan petani," pungkas Hendri. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved