Breaking News
Selasa, 28 April 2026

Berita Banda Aceh

Wagub Minta TPID Tekan Inflasi

TPID harus melakukan upaya pengendalian harga, memastikan kelancaran distribusi bahan pokok dan melaksanakan operasi pasar

Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE KORAN SERAMBI INDONESIA EDISI KAMIS 20260305 
Ringkasan Berita:
  • Wagub Aceh Fadhlullah meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah Aceh memperkuat sinergi dalam upaya menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi di Aceh.
  • TPID harus melakukan upaya pengendalian harga, memastikan kelancaran distribusi bahan pokok dan melaksanakan operasi pasar
  • Sekda Aceh memastikan bahwa Pemerintah Aceh akan segera menyalurkan dana TKD sebesar Rp 824 miliar yang telah dikirim oleh Pemerintah Pusat.

TPID harus terus memperkuat sinergi, karena berdasarkan data BPS inflasi Aceh berada di angka 6,94 persen. Angka ini meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya di angka 6,69 persen. Fadhlullah, Wakil Gubernur Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh memperkuat sinergi dalam upaya menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi di Tanah Rencong. Hal tersebut disampaikan Fadhlullah dalam arahannya saat memimpin rapat koordinasi penanganan inflasi, peringatan Malam Nuzulul Qur’an dan Festival Ramadhan 1447 H, di ruang potensi daerah Setda Aceh, Rabu (4/3/2026). TPID menjadi forum sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, BPS, aparat hukum, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“TPID harus terus memperkuat sinergi, karena berdasarkan data BPS inflasi Aceh berada di angka 6,94 persen. Angka ini meningkat jika dibandingkan bulan sebelumnya di angka 6,69 persen. Hal ini tentu harus segera kita respons dengan terus memperkuat upaya stabilisasi,” ujar Fadhlullah.

Menurut Fadhlullah, TPID harus melakukan upaya pengendalian harga, memastikan kelancaran distribusi bahan pokok dan melaksanakan operasi pasar. “Hal itu guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, dalam hal penanganan bencana, ia juga menginstruksikan Sekda Aceh untuk menyosialisasikan kepada masyarakat tentang skema pemberian bantuan, khususnya terkait dengan hunian sementara, hunian tetap serta skema pendanaan lainnya. Ia menekankan bahwa seluruh elemen, termasuk masyarakat terdampak harus mendukung upaya percepatan dan pemulihan pascabencana. 

“Karena itu, penting bagi kita menyosialisasikan berbagai program pemulihan kepada masyarakat agar tidak terjadi miskomunikasi. Untuk itu, Pak Sekda harus mengaktifkan kembali posko, karena ini akan menjadi jembatan informasi, baik dari masyarakat ke Pemerintah Pusat demikian pula sebaliknya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Fadhlullah juga mengingatkan dinas terkait segera melakukan upaya dan langkah konkrit gar bisa segera diambil langkah cepat terkait pemulihan bencana. “Pemerintah Aceh akan menggandeng BPKP dan Kejaksaan untuk memperkuat APIP,” katanya. 

Dalam rakor tersebut turut hadir Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Alibasyah, Kajati Aceh Yudi Triadi, perwakilan dari Kodam Iskandar Muda, Kepala BPKP Perwakilan Aceh Nanang Agus Sutrisno, serta para Asisten, Staf Ahli dan para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh.(ra)

Rp 824 M Dana Transfer Pusat segera Disalurkan

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir memastikan bahwa Pemerintah Aceh akan segera menyalurkan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 824 miliar yang telah dikirim oleh Pemerintah Pusat. Anggaran tersebut akan difokuskan untuk penanganan bencana serta perbaikan infrastruktur di sejumlah wilayah terdampak.

“Rp 824 miliar dana TKD akan segera disalurkan, sebagian untuk penanganan bencana, terutama pemulihan dini di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya dan Aceh Tengah,” kata M. Nasir dalam rapat koordinasi penanganan inflasi.

M. Nasir menegaskan, sesuai arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem, dana TKD tersebut juga direalisasikan untuk perbaikan sejumlah jalan dan jembatan yang rusak akibat diterpa banjir serta tanah longsor pada akhir November 2025 lalu. 

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan, percepatan pemulihan pascabencana juga ditandai dengan progres pembangunan hunian sementara (huntara) yang saat ini telah melampaui setengah dari target keseluruhan. “Saat ini, Huntara sudah dibangun lebih dari 60 persen. Karena itu, target kita Huntara 100 persen selesai sebelum lebaran Insya Allah akan tercapai,” ungkapnya.(ra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved