Berita Aceh Barat Daya
Ketua Swadaya Jakarta: Abdya Lahir Bukan Tanpa Bidan
Ketua Swadaya Jakarta, H Zainal Arifin Yurdani, menyampaikan bahwa kelahiran Bumoe Breuh Sigupai 24 tahun bukan tanpa bidan.
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Ketua Swadaya Jakarta Zainal Arifin Yurdani menegaskan Kabupaten Aceh Barat Daya lahir dari perjuangan panjang sejak 1965 hingga reformasi 1999.Ia mengusulkan nama tokoh pemekaran Mujibudiman dijadikan nama jalan sebagai bentuk penghargaan jasa.Zainal berharap di bawah kepemimpinan Safaruddin, kolaborasi terus terjalin demi kesejahteraan masyarakat Abdya.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Ketua Paguyuban Solidaritas Warga Aceh Barat Daya (Swadaya) Jakarta, H Zainal Arifin Yurdani, menyampaikan bahwa kelahiran Bumoe Breuh Sigupai 24 tahun bukan tanpa bidan.
Hal itu disampaikan Zainal Arifin saat memberikan sambutan mewakili tokoh pemekaran Abdya, pada malam penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24, kabupaten setempat, yang dilaksanakan di lapangan Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Minggu malam (26/4/2026).
"Karena momennya adalah HUT ke-24 Abdya, ada satu satu hal yang ingin saya sampaikan kepada masyarakat Abdya, yaitu Abdya lahir 24 tahun yang lalu, bukan lahir tanpa bidan," kata Zainal.
Kabupaten Abdya ini, sebutnya, lahir dari bidan-bidan (pejuang dan tokoh-tokoh) yang dimulai sejak tahun 1965.
"Generasi-generasi terus bergulir sepanjang sejarah. Semenjak saya kecil, saya sudah melihat namanya Persada," ucapnya.
Ia mengatakan bahwa puncak perjuangan lahirnya adalah pada tahun 1999. Dimana saat itu terjadi perubahan tatanan negara menjadi reformasi besar-besaran. Disitulah momen lahirnya kabupaten Abdya.
Baca juga: Tutup HUT Ke 24 Abdya, Bupati Safaruddin: Kompetisi Sudah Selesai, Saatnya Berkolaborasi
"Apa ini sebuah kebetulan? tentu tidak. Apakah sebuah hadiah? juga tidak. Ini adalah berkat perjuangan-perjuangan dari orang-orang tua kita, qadarullahnya, lahir di masa perjuangan kita," ujar Zainal.
Para pendahulu, kata Zainal, memiliki semangat juang tinggi dalam memasarkan Kabupaten Abdya. Meskipun saat ini mereka sudah tiada.
"Kami tidak ingin di catat menjadi pahlawan, tidak. Kami berjuang karena Allah SWT. Tapi yang perlu diingat adalah, yang menerima manfaat harus ingat jasa-jasa orang tua kita," ucap Zainal.
Maka sudah sepantasnya, Kata Zainal, menyematkan seorang tokoh yang kharismatik lima periode duduk di DPR, yaitu Mujibudiman sebagai nama jalan di Abdya, sehingga dikenang oleh generasi selanjutnya.
"Karena beliau tidak dinikmati hasil perjuangan tersebut. Maka oleh karena itu, harapan kami hanya satu.
Di saat kita berjuang melepaskan diri dari kabupaten Aceh Selatan, tentu harapan yang dititipkan di Abdya itu adalah bagaimana masyarakat Abdya bisa sejahtera. Itu harapan kita," ungkapnya.
Baca juga: Bupati Abdya Safaruddin Janji akan Turunkan Wali Band ke Aceh Barat Daya, Ini Syaratnya
Berkumpul memajukan Abdya
Jadi, sambung Zainal, kalaupun ada nilai-nilai yang ada dalam sisi perjuangan, itu menjadi tonggak sejarah, maka ini menjadi tolak ukur untuk mengisikan Abdya saat ini.
"Abdya dalam bahasa Arab itu disebut aku mengabdi. Berarti orang-orang yang Allah pilihkan untuk memimpin Abdya adalah niatnya untuk mengabdi pada kesejahteraan masyarakat Abdya itu sendiri," ujarnya.
| Bupati Abdya Safaruddin Janji akan Turunkan Wali Band ke Aceh Barat Daya, Ini Syaratnya |
|
|---|
| Tutup HUT Ke 24 Abdya, Bupati Safaruddin: Kompetisi Sudah Selesai, Saatnya Berkolaborasi |
|
|---|
| Pemerintah Gelar Pasar Murah HUT Ke-24 Abdya, Ini Lokasinya |
|
|---|
| HRD Tinjau Infrastruktur Simeulue, Dorong Anggaran Perbaikan Jalan dan Jembatan |
|
|---|
| Pemerintah Abdya Bakar Lemang 15 Ribu Batang di HUT Ke-24 Bumoe Breuh Sigupai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ketua-Swadaya-Jakarta-Abdya-Lahir-Bukan-Tanpa-Bidan.jpg)