Berita Banda Aceh
Konflik Memanas, Pemprov Aceh Koordinasi dengan Kemenlu Cari Data Warga Aceh di Iran
Pemerintah Aceh menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memantau keberadaan warga asal Aceh di Iran menyusul meningkatnya tensi
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Aceh berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI untuk memantau kemungkinan adanya warga Aceh yang berada di Iran di tengah meningkatnya tensi keamanan kawasan Timur Tengah.
- Kemenlu mencatat sekitar 329 WNI berada di Iran, mayoritas mahasiswa dan pelajar di Kota Qom dan Teheran, namun belum ada data klasifikasi berdasarkan asal daerah.
- Pemerintah RI telah mengevakuasi 32 WNI melalui Azerbaijan dan evakuasi lanjutan masih berlangsung sesuai perkembangan kondisi keamanan setempat.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Aceh menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memantau keberadaan warga asal Aceh di Iran menyusul meningkatnya tensi keamanan di kawasan tersebut.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA mengatakan, hingga saat ini Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) belum menyampaikan klasifikasi data Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran maupun negara-negara Timur Tengah lainnya berdasarkan asal daerah, termasuk Aceh.
“Sampai saat ini pihak Kemenlu belum menyampaikan klasifikasi WNI menurut asal daerah masing-masing termasuk Aceh.
Baik yang berada di Iran maupun kawasan Timur Tengah lainnya,” kata MTA, yang dikonfirmasi Serambinews.com, Sabtu (7/3/2026)
MTA mengungkap, berdasarkan informasi yang disampaikan Kemenlu kepada publik, terdapat sekitar 329 WNI yang saat ini berada di Iran.
Mayoritas di antaranya merupakan mahasiswa dan pelajar yang tinggal di Kota Qom dan Teheran.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik, Menkeu Purbaya Pertimbangkan Efisiensi MBG Tanpa Kurangi Kualitas Makanan
Ia menjelaskan, bahwa pemerintah Indonesia melalui Kemenlu telah mulai melakukan proses evakuasi terhadap WNI dari Iran sejak Jumat (6/3/2026).
Pada tahap pertama, sebanyak 32 orang berhasil dievakuasi melalui Azerbaijan.
“Dan evakuasi lanjutan masih terus dijalankan Pemerintah RI sesuai kondisi keamanan setempat,” ujarnya.
MTA juga menyampaikan, kondisi WNI yang berada di negara-negara Timur Tengah lainnya dilaporkan relatif aman.
Pemerintah di sejumlah negara di kawasan tersebut juga telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga, termasuk warga asing, untuk tidak keluar rumah kecuali memiliki kepentingan mendesak demi menjaga keamanan.
MTA menambahkan, Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta terus menjalin koordinasi intensif dengan Kemenlu guna memperoleh informasi terbaru terkait kemungkinan adanya warga Aceh yang berada di Iran.
Baca juga: Perang Timteng Picu Kekhawatiran Energi, Antrian BBM Masih Mengular di Lhokseumawe dan Aceh Utara
“Saat ini Pemerintah Aceh melalui BPPA di Jakarta terus melakukan koordinasi dengan pihak Kemenlu terkait perkembangan ini. Nantinya jika ada informasi terbaru terkait hal ini akan segera kami sampaikan,” pungkasnya. (*)
| Laskar Wong Kito Rapatkan Pertahanan, Babak Pertama Persiraja vs Sriwijaya Skor 0-0 |
|
|---|
| Dukung Wacana WFH Jumat, Pengusaha Ingatkan Risiko ‘Long Weekend’ Terselubung |
|
|---|
| Pacu Pemulihan Aceh, Satgas PRR Libatkan Warga Bersihkan Lingkungan |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Fokuskan Dana TKD Untuk Penanganan Bencana |
|
|---|
| Satgas Rehab Rekon Aceh Kebut Pembersihan Lumpur Sisa Banjir, Libatkan Warga via Skema Cash For Work |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Juru-Bicara-Pemerintah-Aceh-Muhammad-MTAbicara-evaluasi-APBA-2026.jpg)