Kamis, 16 April 2026

Berita Aceh Utara

Perang Timteng Picu Kekhawatiran Energi, Antrian BBM Masih Mengular di Lhokseumawe dan Aceh Utara

Kondisi ini diperkirakan ekses gejolak konflik di kawasan Timteng sehingga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi di dalam negeri

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Jafaruddin
ANTRI BBM - Warga mengantri BBM di kawasan SPBU Cunda, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe pada Sabtu (7/3/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Dalam beberapa hari terakhir, antrian kendaraan pada sejumlah SPBU di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara terlihat ‘mengular’ hingga ke badan jalan.

Kondisi ini diperkirakan ekses gejolak konflik di kawasan Timur Tengah (Timteng) sehingga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi di dalam negeri.

Amatan Serambinews.com, pengendara sepeda motor maupun mobil terpaksa menunggu cukup lama untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), terutama jenis Pertalite dan Solar. 

Kondisi seperti terjadi di SPBU Teupin Punti, Kecamatan Syamtalira Aron, dan kawasan Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera yang berada di Aceh Utara.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Lhokseumawe seperti di SPBU Alue Awe dan Cunda yang berada di Kecamatan Muara Dua, SPBU Simpang Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe dan SPBU lainnya yang berada di Lhokseumawe dan Aceh Utara.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, meskipun pihak Pertamina menyatakan ketersediaan BBM masih dalam kondisi aman.

“Biasanya tidak sepanjang ini. Sekarang hampir setiap sore antriannya sampai ke jalan raya,” ujar Murtala (41), seorang pengendara sepeda motor yang mengantri di salah satu SPBU di Aceh Utara.

Baca juga: Pertamina Minta Warga Aceh Timur Tidak Panic Buying, Stok BBM Aman dan Lancar

Menanggapi fenomena tersebut, Konsultan hukum dan mediator, Dr Bukhari, MH, CM menilai, antrian panjang BBM di daerah harus dibaca sebagai sinyal penting bagi pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Menurut mantan Komisioner Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Aceh Utara periode 2019–2024 itu, konflik global sering kali berdampak langsung terhadap stabilitas energi di dalam negeri.

“Konflik di Timur Tengah bukan hanya persoalan geopolitik, tetapi juga persoalan energi global,” ulasnya.

“Ketika rantai pasok minyak dunia terganggu, negara-negara yang masih bergantung pada impor energi akan merasakan dampaknya, termasuk Indonesia,” ujar Bukhari.

Ia menjelaskan, kawasan Timur Tengah selama ini dikenal sebagai salah satu pusat produksi minyak dunia. 

Ketika konflik di wilayah tersebut memanas, pasar energi global biasanya langsung bereaksi, baik melalui lonjakan harga minyak mentah maupun potensi gangguan distribusi.

Menurut Bukhari, fenomena antrian BBM yang terjadi di daerah tidak boleh dianggap sekadar persoalan teknis distribusi.

Baca juga: Konsumsi BBM di Aceh Timur Naik 10 Persen, Pertamina Pastikan Stok Aman

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved