Berita Bireuen
Satu Unit Rumah di Peudada Terbakar, Ini Penyebabnya
Menurut Karmila (32), istri Afrizal, ia membakar sampah di samping rumah ketika api menyambar kursi sofa bekas banjir yang berada di dekatnya.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Satu unit rumah permanen bantuan untuk korban tsunami di Desa Calok, Peudada, Bireuen, terbakar pada Minggu pagi sekitar pukul 09.18 WIB.
- Rumah milik Afrizal Sulaiman (45), seorang nelayan, ditempati bersama istri dan dua anaknya, selamat dari kebakaran.
- Hanya sebagian atap sebelah barat dan bagian dalam rumah yang mengalami kerusakan, sedangkan sisanya berhasil diselamatkan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Satu unit rumah permanen bantuan untuk korban tsunami di Desa Calok, Peudada, Bireuen, terbakar pada Minggu pagi sekitar pukul 09.18 WIB.
Rumah milik Afrizal Sulaiman (45), seorang nelayan, ditempati bersama istri dan dua anaknya, selamat dari kebakaran.
Hanya sebagian atap sebelah barat dan bagian dalam rumah yang mengalami kerusakan, sedangkan sisanya berhasil diselamatkan.
Kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas membakar sampah.
Menurut Karmila (32), istri Afrizal, ia membakar sampah di samping rumah ketika api menyambar kursi sofa bekas banjir yang berada di dekatnya.
Api kemudian membesar.
“Beberapa saat setelah membakar sampah, api menyambar kursi sofa dan langsung membesar. Saya sempat terkena jilatan api di bagian muka dan terasa perih,” kata Karmila.
Baca juga: Damkar Aceh Utara Rusak, Rumah Terbakar di Samudera Dipadamkan oleh Armada Lhokseumawe
Warga sekitar segera membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya dan memanggil petugas pemadam kebakaran.
Dua pemuda setempat, Taufik (25) dan Rinaldi (25), yang baru pulang dari bekerja di tambak, juga langsung membantu menyiram api yang telah menyala sangat besar.
Petugas Damkar dari Pos Induk Bireuen yang menuju lokasi sempat terhambat karena terlibat tabrakan dengan truk tronton di SPBU Desa Karing, Peudada.
Akhirnya, satu unit Damkar dari Pos Simpang Mamplam meluncur ke lokasi.
Saat tiba, api telah berhasil dipadamkan secara kasat mata, namun asap masih muncul di bagian atap.
Petugas kemudian melakukan penyiraman dan pendinginan area.
Rumah yang terbakar tersebut ditempati Afrizal bersama Karmila dan dua anaknya, yaitu Raja Munawar, siswa SMP, dan Andriansyah, murid SD.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
| Pemkab Bireuen Gelar Pekan Imunisasi Dunia, Lima Balita Dapat Piagam |
|
|---|
| Pembagunan Tanggul Darurat Irigasi Pante Lhong Peusangan Sepanjang 142 M, Tersisa 10 M Lagi |
|
|---|
| Pembangunan Jembatan Teupin Mane Harus Dikebut, Ini Saran Bupati Bireuen |
|
|---|
| UNIKI Bireuen Gelar Peringatan Hari Jadi ke 7, Rektor Komit Tingkatkan Kualitas Kampus |
|
|---|
| Bupati Bireuen Minta Rekanan Pembangunan Jembatan Kutablang Tambah Pekerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Petugas-Damkar-Bireuen-sedang-menyiram-air-di-salah-satu-rumah-terbakar.jpg)