Banda Aceh
Ceramah Nuzulul Quran, Tgk Saifuddin Ajak Umat Cerdas Kelola Informasi
inti dari peristiwa Nuzulul Quran adalah turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah SAW, yaitu Surah Al-‘Alaq yang diawali dengan perintah “Iqra’”
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Ringkasan Berita:
- Akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Tgk Saifuddin A. Rasyid, mengajak umat Islam untuk semakin cerdas dalam mencari, mengelola, dan memanfaatkan informasi di era modern agar informasi yang diperoleh
- Pesan tersebut disampaikan Saifuddin dalam ceramah memperingati Nuzulul Quran di Masjid Al-Hasanah, Gampong Geuceu Komplek
- ia menjelaskan bahwa inti dari peristiwa Nuzulul Quran adalah turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah SAW, yaitu Surah Al-‘Alaq yang diawali dengan perintah “Iqra’”
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Akademisi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Tgk Saifuddin A. Rasyid, mengajak umat Islam untuk semakin cerdas dalam mencari, mengelola, dan memanfaatkan informasi di era modern agar informasi yang diperoleh dapat digunakan secara produktif serta tetap sejalan dengan nilai moral dan ajaran agama.
Pesan tersebut disampaikan Saifuddin dalam ceramah memperingati Nuzulul Quran di Masjid Al-Hasanah, Gampong Geuceu Komplek, Kota Banda Aceh, Sabtu (7/3/2026) malam, bertepatan dengan 18 Ramadhan 1447 Hijriah.
Dalam ceramahnya, ia menjelaskan bahwa inti dari peristiwa Nuzulul Quran adalah turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah SAW, yaitu Surah Al-‘Alaq yang diawali dengan perintah “Iqra’” atau membaca.
Peristiwa tersebut terjadi pada malam 17 Ramadhan tahun 610 M saat Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Pemkab Bireuen Peringati Nuzulul Quran di Masjid Agung, Wabup Ajak Masyarakat Cintai Alquran
Menurut Saifuddin, perintah membaca dalam ayat tersebut tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas melihat teks, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengelola, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab.
“Seseorang harus mampu mendefinisikan dan merancang kebutuhan informasi sebelum melakukan pencarian informasi tersebut,” ujarnya.
Dosen bidang Literasi Informasi pada Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry itu mengingatkan, bahwa perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuat akses terhadap informasi menjadi sangat mudah dan melimpah.
Namun kondisi tersebut juga berpotensi membuat seseorang tersesat dalam “rimba informasi” jika tidak memiliki kemampuan literasi yang baik.
“Dalam tahap tertentu, bahkan keadaan sekarang sudah berbalik. Bukan kita yang mencari informasi, tetapi informasi yang mencari kita,” katanya.
Saifuddin menjelaskan bahwa sistem kecerdasan buatan mampu mengenali kebutuhan pengguna melalui rekam jejak pencarian atau konten yang sering diakses di internet dan media sosial. Karena itu, pengguna perlu berhati-hati dalam berselancar di dunia digital.
Ia menambahkan, setiap aktivitas di internet pada dasarnya terekam dalam sistem server, seperti pada mesin pencari yang mencatat kebiasaan pengguna dalam mencari informasi.
Fenomena tersebut, menurutnya, dapat menjadi pengingat bagi umat Islam tentang konsep pencatatan amal dalam ajaran agama.
Ia menyebutkan bahwa setiap perkataan dan perbuatan manusia juga dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid sebagai bagian dari catatan amal.
| USK dan Pemkab Aceh Tengah Perkuat Pengembangan Kopi Gayo, Produksi hingga Jaringan Pemasaran |
|
|---|
| Pelajar SMK di Daerah Bisa Naik Kelas Dalam Skill Mekanik Lewat TEFA |
|
|---|
| Nikah di Tiga Masjid Besar di Banda Aceh Ini Langsung Dapat KTP-KK Baru! |
|
|---|
| Satresnarkoba Polresta Banda Aceh Serahkan Tiga Tersangka Kasus Narkoba ke Jaksa |
|
|---|
| Rekam Jejak Mujiburrahman Pimpin Kopertais Aceh, PT Binaan hingga Dosen Bersertifikasi Meningkat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ceramah-nuzulul-quran-0803.jpg)