Breaking News
Rabu, 13 Mei 2026

Berita Aceh Selatan

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Pasie Raja, GAMA Minta Penyelidikan Terbuka

kasus ini perlu ditangani secara serius dan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Tayang:
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Koordinator Wilayah GAMA Aceh Selatan, Zulfikri. 
Ringkasan Berita:GAMA meminta penyelidikan terbuka terkait dugaan keracunan setelah siswa mengonsumsi menu MBG di dapur SPPG Ujung Padang Asahan, Pasie Raja, Aceh Selatan
 
Koordinator GAMA Aceh Selatan, Zulfikri, mendesak Polres Aceh Selatan melakukan pemeriksaan transparan untuk memastikan ada tidaknya kelalaian dalam pengawasan keamanan pangan
 
operasional dapur MBG dihentikan sementara dan sampel makanan sedang diuji oleh Dinkes bersama BPOM untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan siswa.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan 

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur SPPG Ujung Padang Asahan, Kecamatan Pasie Raja, kini menjadi sorotan publik. 

Selain aspek teknis dapur, perhatian juga mengarah pada profesionalitas pengawasan mutu pangan dalam pelaksanaan program tersebut. 

Koordinator Wilayah Gerakan Aktivis Muda Aceh (GAMA) Aceh Selatan, Zulfikri, menilai kasus ini perlu ditangani secara serius dan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. 

Ia menegaskan bahwa dalam program pangan publik, peran ahli gizi dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi kunci utama dalam memastikan keamanan makanan sebelum sampai ke tangan siswa.

“Ahli gizi dalam program seperti MBG bukan hanya menyusun menu atau menghitung kalori. 

Mereka juga memiliki tanggung jawab memastikan standar keamanan pangan, pengawasan proses produksi, hingga memastikan makanan aman dikonsumsi,” kata Zulfikri, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga: Polres Aceh Selatan Selidiki Dugaan Keracunan MBG di Pasie Raja

Menurutnya, munculnya dugaan makanan disimpan hingga berjam-jam sebelum dikonsumsi memunculkan pertanyaan publik mengenai pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) yang seharusnya diterapkan di dapur produksi.

Dalam sistem penyediaan makanan skala besar seperti MBG, kontrol terhadap waktu penyimpanan makanan (food holding time), suhu distribusi, serta penerapan cold chain menjadi faktor krusial untuk mencegah risiko kontaminasi.

Karena itu, Zulfikri mendesak Polres Aceh Selatan untuk melakukan pemeriksaan mendalam dan transparan guna memastikan ada atau tidaknya kelalaian dalam pengelolaan dapur MBG tersebut.

“Kami mendorong aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan secara komprehensif dan berbasis data. 

Jika memang ada kelalaian dalam pengawasan mutu pangan, maka harus dijelaskan secara terbuka kepada publik,” ujarnya.

Selain aparat kepolisian, ia juga meminta Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh Selatan untuk bersikap transparan dalam menangani kasus tersebut, termasuk menyampaikan perkembangan investigasi dan evaluasi yang sedang dilakukan.

Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting agar masyarakat memahami proses penanganan yang sedang berjalan dan tidak terjebak pada rumor atau asumsi yang belum terverifikasi.

Baca juga: Kondisi Stabil, Semua Siswa Dugaan Keracunan MBG sudah Dipulangkan dari Puskesmas

“Kami berharap BGN Aceh Selatan dapat menyampaikan informasi secara terbuka mengenai langkah evaluasi yang dilakukan, sehingga masyarakat mendapatkan penjelasan yang jelas,” kata Zulfikri.

Ia juga mengingatkan agar proses penanganan kasus ini tidak diwarnai intervensi dari pihak-pihak yang berpotensi mengaburkan fakta di lapangan.

“Kasus ini harus ditangani secara objektif dan profesional. Minimalisir intervensi pihak mana pun yang dapat memengaruhi proses pengungkapan fakta,” tegasnya.

Hentikan operasional

Seperti diketahui, dapur MBG di SPPG Ujung Padang Asahan saat ini telah dihentikan sementara operasionalnya oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari proses evaluasi. 

Sementara itu, sampel makanan yang diduga dikonsumsi para siswa telah dikirim untuk diuji laboratorium oleh Dinas Kesehatan Aceh Selatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan BPOM.

Baca juga: 16 Korban Keracunan MBG Masih Dirawat

Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium resmi. 

Bagi Zulfikri, kasus ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan keamanan pangan dalam program MBG, terutama karena program tersebut menyasar kelompok paling rentan, yakni anak-anak sekolah.

“Dalam program gizi anak, yang diuji bukan hanya jumlah kalori, tetapi juga integritas sistem keamanan pangannya,” pungkasnya.

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved