Minggu, 10 Mei 2026

Berita Aceh Selatan

Jalan Dikerok Sebabkan Debu dan 2 Pengendara Jatuh, HMI Tapaktuan Desak Rekanan Segera Aspal

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tapaktuan menyoroti kondisi ruas jalan lintas nasional Tapaktuan-Subulussalam tepatnya di Desa Air Berudang

Tayang:
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
BELUM DIASPAL - Jalan lintas nasional Tapaktuan-Subulussalam tepatnya di Desa Air Berudang, Kecamatan Tapaktuan yang dikerok untuk pembangunan namun hingga kini belum dilakukan pengaspalan, Jum’at (8/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • HMI Cabang Tapaktuan menyoroti ruas jalan nasional Tapaktuan–Subulussalam di Desa Air Berudang yang telah dikerok, namun belum diaspal sehingga menimbulkan debu tebal.
  • Debu dari proyek jalan disebut mengganggu aktivitas warga dan pedagang, bahkan satu toko kelontong terpaksa tutup sementara.
  • BPJN Aceh menyatakan pengaspalan sedang berlangsung bertahap dan telah memerintahkan konsultan pengawas memberi teguran kepada kontraktor terkait keluhan masyarakat.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Ilhami Syahputra | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tapaktuan menyoroti kondisi ruas jalan lintas nasional Tapaktuan-Subulussalam tepatnya di Desa Air Berudang, Kecamatan Tapaktuan yang dikerok untuk pembangunan. 

Namun hingga kini belum dilakukan pengaspalan, Sabtu (9/5/2026).

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena menimbulkan debu tebal dan membahayakan pengguna jalan.

Ketua HMI Cabang Tapaktuan Haikal mengatakan, debu yang ditimbulkan dari jalan yang belum diaspal sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama para pedagang yang berada di sepanjang jalan tersebut.

Bahkan, kata Haikal, salah satu toko kelontong yang berada di pinggir jalan terpaksa menutup sementara usahanya karena barang dagangan dan area toko dipenuhi debu setiap hari.

“Akibat jalan yang dikerok lalu dibiarkan begitu saja tanpa pengaspalan, masyarakat sangat dirugikan. Debu beterbangan dan mengganggu kesehatan maupun aktivitas ekonomi warga,” ujar Ketua HMI Cabang Tapaktuan.

Baca juga: Wabup Aceh Selatan Bersama Dandim Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Jembatan Bailey 

Selain menimbulkan debu, kata Haikal, kondisi jalan yang tidak rata juga disebut telah menyebabkan kecelakaan lalu lintas tunggal. Dua orang dilaporkan terjatuh saat melintas di lokasi proyek tersebut.

Haikal menilai pelaksana proyek harus segera mengambil langkah cepat agar kondisi jalan tidak semakin membahayakan masyarakat dan pengguna kendaraan.

Ia meminta rekanan segera melakukan pengaspalan pada ruas jalan yang telah dikerok tersebut agar aktivitas masyarakat kembali normal dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir.

Selain itu, HMI Cabang Tapaktuan juga meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk turun tangan dan memberikan teguran kepada pihak rekanan agar pekerjaan proyek dilakukan secara maksimal dan tidak merugikan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4, Satker Wilayah II BPJN Aceh, Isdiardi saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026) mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan pekerjaan paket dan saat ini sudah mulai dilakukan pengaspalan jalan.

“Saat ini mereka lagi aspal (jalan) di Meukek, setelah kerja di Meukek lanjut Sawang kemudian Air Berudang dan arah Kota Fajar,” jelasnya.

Baca juga: VIDEO Bupati Lantik Diva Samudra Putra Sebagai Sekda Aceh Selatan Definitif

Lebih lanjut, katanya, terkait keluhan debu oleh masyarakat sudah disampaikan kepada rekanan pelaksana proyek.

“Untuk keluhan debu, saya sudah sampaikan ke mereka, sudah perintahkan konsultan pengawas untuk membuat surat teguran ke kontraktornya tentang keluhan masyarakat,” pungkasnya. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved