Berita Bireuen
Jembatan Bailey di Meunasah Tambo Bireuen Hampir Rampung, Permudah Mobilitas Warga
Jembatan beton di Dusun Hanasah, Desa Meunasah Tambo, Jeunieb, Bireuen ambruk akibat banjir Januari 2026 sehingga akses warga terganggu.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Jembatan beton di Dusun Hanasah, Desa Meunasah Tambo, Jeunieb, Bireuen ambruk akibat banjir Januari 2026 sehingga akses warga terganggu.
- Polri melalui Korps Brimob kini membangun jembatan bailey sepanjang 30 meter dengan kapasitas beban hingga 30 ton, dan prosesnya hampir rampung.
- Jembatan ini akan memulihkan mobilitas warga Meunasah Tambo–Meunasah Keutapang serta mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi, sosial, dan pendidikan pasca-bencana.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Satu jembatan beton di Dusun Hanasah, Desa Meunasah Tambo, Jeunieb, Bireuen, ambruk akibat banjir besar yang melanda pada Januari 2026.
Peristiwa tersebut membuat akses masyarakat Desa Meunasah Tambo dan Meunasah Keutapang terganggu, sehingga warga harus menempuh jalur memutar untuk beraktivitas sehari-hari.
Kondisi ini menimbulkan kesulitan bagi masyarakat, terutama dalam transportasi hasil pertanian, kebutuhan harian, serta akses pendidikan dan kesehatan.
Sebagai solusi, Polri melalui Korps Brimob turun tangan membangun jembatan bailey untuk menggantikan jembatan beton yang rusak.
Pembangunan dilakukan oleh tim teknis Brimob dari Jakarta bersama 21 personel Brimob Polda Aceh.
Mereka bekerja di lapangan dengan dukungan alat berat jenis crane untuk mendorong rangka jembatan dari satu pondasi ke pondasi lainnya.
Baca juga: Dilarang Lintasi Jembatan Bailey Kutablang, Truk Tangki dan Tronton ‘Numpuk’ di Terminal Peusangan
Proses pembangunan ini juga disaksikan oleh puluhan warga sekitar, bahkan sebagian ikut membantu tenaga Brimob dalam pemasangan rangka jembatan.
Menurut PS Pamin Ponbang Bag Log Rorenmin Ops Korps Brimob, Iptu Akhmad Nuryanto, pembangunan jembatan bailey di Meunasah Tambo merupakan lanjutan dari proyek serupa yang sebelumnya selesai di Uteun Bunta, Kecamatan Peusangan.
Jembatan bailey yang sedang dibangun memiliki panjang 30 meter, lebar 4 meter, dan mampu menahan beban kendaraan hingga 30 ton.
Saat ini rangkaian jembatan sudah hampir rampung, tinggal proses penyambungan penuh antara pondasi di kedua sisi.
Iptu Akhmad menegaskan, pembangunan ini merupakan bagian dari program Kapolri untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Dengan adanya jembatan bailey tersebut, akses transportasi antara Desa Meunasah Tambo dan Meunasah Keutapang akan kembali lancar.
Hal ini diharapkan dapat memulihkan aktivitas ekonomi, sosial, dan pendidikan warga yang sempat terganggu akibat putusnya jembatan beton.
Baca juga: Jembatan Bailey Karang Rejo Dioperasikan, Akses Transportasi Kembali Normal
| Bupati Jawab Pandangan Fraksi di Rapat Paripura DPRK Bireuen |
|
|---|
| SMA dan SMK di Bireuen Dilarang Gelar Perpisahan dan Tur Keluar Daerah |
|
|---|
| Mahasiswa UNIKI Bireuen Hibur Anak Pengungsi Banjir di Ketol Aceh Tengah |
|
|---|
| Warga Temukan Mayat di Sungai Krueng Peusangan-Bireuen, Begini Kronologisnya |
|
|---|
| Terungkap Identitas Mayat Ditemukan Mengapung di Krueng Peusangan, Ternyata Seorang Sopir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jembatan-bailey-di-mns-tambo.jpg)