Jumat, 5 Juni 2026

Berita Langsa

Haji Uma Soroti Sistem Penukaran Uang via BI PINTAR, Bank Aceh Langsa Terima Banyak Keluhan Nasabah

Haji Uma menyoroti sistem penukaran uang baru lewat aplikasi BI PINTAR yang dinilai belum efektif karena tidak semua masyarakat paham teknologi.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
KUNJUNGAN HAJI UMA - Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma saat mengunjungi dan berdiskusi bersama pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Kota Langsa. 

Ringkasan Berita:
  • Haji Uma menyoroti sistem penukaran uang baru lewat aplikasi BI PINTAR yang dinilai belum efektif karena tidak semua masyarakat paham teknologi digital.
  • Ia menilai banyak slot penukaran terisi tetapi pendaftar tidak hadir, sehingga menghambat masyarakat lain yang ingin menukar uang.
  • Bank Aceh Langsa juga menerima keluhan nasabah terkait gangguan teknis aplikasi, sehingga diharapkan sistem ini diperbaiki agar layanan lebih optimal.

 

Laporan wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman Haji Uma atau akrab disapa Haji Uma menyoroti sistem penukaran uang baru menjelang Hari Raya  Idul Fitri 1447 Hijriah, melalui aplikasi BI PINTAR yang dinilai belum berjalan efektif di lapangan. 

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan dan diskusi bersama pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Kota Langsa.

Dalam kesempatan tersebut, Haji Uma menilai sistem pendaftaran penukaran uang yang dilakukan secara online melalui aplikasi masih menyisakan berbagai persoalan.

Terutama karena tidak semua masyarakat memiliki akses dan pemahaman yang baik terhadap sistem digital.

“Hari ini, kita melihat bahwa sistem penukaran uang melalui aplikasi ini belum tentu efektif karena tidak semua masyarakat aware terhadap sistem aplikasi tersebut,” ujar Haji Uma.

Ia menjelaskan, dalam praktiknya terdapat sejumlah slot penukaran yang sudah terisi melalui pendaftaran aplikasi, namun tidak seluruh pendaftar hadir untuk melakukan penukaran di bank. 

Baca juga: Sepekan Aplikasi PINTAR Tak Bisa Diakses, Warga Tak Dapat Layanan Penukaran Uang

Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menghambat masyarakat lain yang membutuhkan layanan penukaran uang baru.

“Orang lain tidak bisa menukar karena slot sudah terisi, tetapi yang mendaftar sendiri tidak datang ke bank,” urai dia. 

“Ini menjadi stagnasi dan menyebabkan masyarakat lain harus menunggu,” kata Haji Uma.

Haji Uma juga menilai mekanisme pendaftaran melalui aplikasi berpotensi menimbulkan manipulasi data.

Hal ini terjadi apabila satu orang mendaftarkan beberapa identitas sekaligus tanpa memastikan kehadiran pihak yang didaftarkan.

Karena itu, ia mengusulkan agar sistem penukaran uang dapat diperbaiki dengan mekanisme yang lebih tegas.

“Misalnya dengan penerapan sistem seperti pemesanan tiket yang disertai komitmen kehadiran,” tukas Haji Uma.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved