Rabu, 15 April 2026

Banda Aceh

Wali Nanggroe dan Kapolda Bahas Persoalan Aceh, Termasuk Soal Korban Banjir dan Kriminalitas

Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar memanggil Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah ke Meuligoe Wali Nanggroe...

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/HO/HUMAS POLDA ACEH
BERDISKUSI – Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar berdiskusi dengan Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah beserta sejumlah Pejabat Polda di Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, pada Selasa (10/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Malik Mahmud Al Haytar memanggil Marzuki Ali Basyah ke Meuligoe Wali Nanggroe untuk membahas situasi keamanan dan persoalan sosial di Aceh.
  • Pertemuan tersebut menyoroti warga yang masih terisolasi akibat banjir serta potensi peningkatan kriminalitas.
  • Selain itu, dibahas pula dugaan perdagangan orang terhadap perempuan Aceh di Malaysia dan upaya penanganannya oleh kepolisian.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS. COM, BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar memanggil Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah ke Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, pada Selasa (10/3/2026), untuk membahas perkembangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta sejumlah persoalan sosial di Aceh.

Dalam pertemuan tersebut turut Kapolda didampingi Wakapolda Aceh Brigjen Ari Wahyu Widodo, Irwasda Polda Aceh Kombes Djoko Susilo, Dirintelkam Polda Aceh Kombes Said Anna Fauza, serta Staf Ahli Kapolda Aceh Dr Nurlis Effendi.

Pada pertemuan yang berlangsung di ruang sayap kiri Meuligoe, Wali Nanggroe terlebih dahulu menyoroti kondisi masyarakat yang terdampak banjir besar beberapa waktu lalu. Ia mengaku menerima informasi bahwa masih ada warga yang terisolasi di sejumlah perkampungan yang terkena banjir.

“Saya mendapat kabar masih ada penduduk terisolasi di perkampungan yang terkena banjir itu, apakah mereka bisa dibantu, mengingat Kapolda memiliki banyak anggotanya di seluruh pelosok,” ujar Wali Nanggroe.

Selain itu, Wali Nanggroe juga menyinggung kemungkinan meningkatnya tindak kriminalitas sebagai dampak dari kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.

“Mereka sedang kesusahan, ini dapat mendorong mereka bertindak demikian. Misalnya berpindah ke perkotaan atau ke tempat lain, bukankah demikian,” kata Wali Nanggroe.

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, Wali Nanggroe juga menyampaikan kekhawatirannya terkait informasi mengenai anak-anak perempuan asal Aceh yang diduga menjadi korban perdagangan orang di luar negeri, khususnya di Malaysia.

“Informasi yang saya dapatkan, mereka diperdagangkan di Malaysia. Bagaimana caranya menolong mereka ini?” ujarnya.

Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menjelaskan, bahwa pemerintah pada prinsipnya telah menyiapkan hunian tetap bagi masyarakat yang terdampak banjir. Sementara menunggu pembangunan hunian tersebut, para korban saat ini ditempatkan di hunian sementara.

“Mereka yang masih terisolasi tentu kami bantu untuk membawanya ke hunian sementara. Jika nanti ada berbagai informasi, kami dengan senang hati membantunya,” ujarnya.

Kapolda juga menjelaskan bahwa potensi peningkatan kriminalitas dapat terjadi seiring pergerakan masyarakat yang terdampak banjir untuk mencari penghidupan baru.

“Yang ekonominya lemah akan tetap di kampungnya, yang ekonominnya di atasnya merantau ke kota di Banda Aceh misalnya, yang ekonominya lebih tinggi lagi kemungkinan bergeser ke provinsi lain misalnya ke Medan, dan begitu seterusnya ke atas,” jelasnya. 

Baca juga: Bukber Bareng Awak Media, Kapolda Aceh Tekankan Sinergi Jaga Kamtibmas

Ia menambahkan, jika terjadi tindak kriminalitas maka pola penyebarannya juga bisa mengikuti pergerakan masyarakat tersebut. Meski demikian, Polda Aceh tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved