Selasa, 28 April 2026

Banjir Landa Aceh

Dilanda Kekeringan Pascabanjir, Warga Sekerak-Aceh Tamiang Terima Distribusi Air Bersih dari Relawan

“Kami menyalurkan sekitar 7 ribu liter air menggunakan tangki. Air itu kemudian kami isi ke jeriken warga dan dibawa ke rumah masing-masing,”

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
DISTRIBUSI AIR - Masyarakat Pematangdurian, Aceh Tamiang antusias menerima distribusi air bersih dari para relawan yang diinisiasi FKL, Selasa (10/3/2026). Keberadaan air bersih di daerah ini menjadi persoalan serius pascabanjir bandang di akhir November tahun lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Kampung Pematangdurian, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang menerima distribusi 7 ribu liter air bersih menggunakan mobil tangki, Selasa (10/3/2026).
  • Air ditampung ke jeriken yang sebelumnya dibagikan relawan, lalu dibawa warga ke rumah masing-masing untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Distribusi dilakukan oleh relawan Forum Konservasi Leuser (FKL) bersama mitra seperti Cordaid dan CRS, karena sistem Pamsimas rusak akibat banjir bandang dan masih dalam proses rehabilitasi.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Warga Kampung Pematangdurian, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, menerima distribusi air bersih setelah berbulan-bulan menghadapi kesulitan air sejak banjir bandang melanda wilayah tersebut.

Sekitar 7 ribu liter air bersih disalurkan menggunakan mobil tangki dan dibagikan langsung ke rumah-rumah warga pada Selasa (10/3/2026) kemarin.

Air dari tangki dipindahkan ke jeriken milik warga yang sebelumnya telah dibagikan oleh relawan. Jeriken itu kemudian dibawa warga ke rumah masing-masing untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Relawan Forum Konservasi Leuser (FKL), El Mahdi Angkat, mengatakan distribusi air dilakukan untuk membantu warga yang hingga kini belum memiliki akses air yang memadai.

Sistem Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di desa tersebut rusak saat banjir bandang dan masih dalam proses rehabilitasi.

“Kami menyalurkan sekitar 7 ribu liter air menggunakan tangki. Air itu kemudian kami isi ke jeriken warga dan dibawa ke rumah masing-masing,” kata El Mahdi, Rabu (11/3/2026).

Ia mengatakan penyaluran air dilakukan sambil menunggu perbaikan jaringan air melalui program Pamsimas serta pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang sedang berjalan di desa tersebut.

Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan warga sangat membutuhkan air, bukan hanya untuk minum tetapi juga untuk kebutuhan dasar seperti mandi.

“Pada prinsipnya masyarakat sangat membutuhkan air. Bukan hanya air bersih untuk minum, air untuk mandi saja mereka tidak ada,” ujarnya.

Baca juga: 6 Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Bencana Banjir Akhir 2025 di Langsa Terima Santunan Kemensos RI

Kepala Dusun Bahagia, Mustadi, mengatakan kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah air dan fasilitas sanitasi.

Ia menyebut distribusi air melalui mobil tangki sangat membantu warga selama menunggu sistem Pamsimas kembali berfungsi.

“Untuk sementara ini kami masyarakat Pematangdurian sangat berterima kasih karena sebelum Pamsimas selesai, air disalurkan melalui tangki. Hari ini sekitar 7 ribu liter dibagikan untuk warga,” kata Mustadi.

Persoalan itu diungkap pula oleh Mustafa, warga Kampung Pematangdurian, yang mengatakan kesulitan air masih dirasakan warga sejak banjir melanda wilayah tersebut.

Sumur-sumur galian yang selama ini menjadi sumber air kini mengering, sementara musim kemarau mulai datang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved