Info Pendidikan
Santri Dayah Wakaf Barbate Diliburkan, Ustadz Rais Tekankan Adab dan Ibadah Tetap Dijaga
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan dayah itu diikuti puluhan santri yang dijadwalkan mulai pulang pada Rabu, 11 Maret 2026.
SERAMBINEWS.COM,BANDA ACEH - Menjelang libur panjang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Dayah Wakaf Barbate memberikan pembekalan khusus kepada para santri sebelum kembali ke kampung halaman. Pembekalan tersebut disampaikan langsung oleh Pengasuh Dayah Wakaf Barbate, Ustaz Rais, bersama jajaran ustadz lainnya.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan dayah itu diikuti puluhan santri yang dijadwalkan mulai pulang pada Rabu, 11 Maret 2026.
Dalam arahannya, pimpinan dayah menekankan bahwa masa kepulangan santri bukan sekadar waktu berlibur, tetapi juga kesempatan untuk mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan di pondok.
Ustaz Rais mengingatkan para santri agar tetap menjaga identitas dan marwah sebagai penuntut ilmu agama saat berada di tengah masyarakat.
“Jadikan waktu pulang itu sebagai ladang pahala. Berbaktilah kepada orang tua, muliakan keluarga, dan jaga kehormatan sebagai santri di mana pun berada,” ujar Ustaz Rais di hadapan para santri.
Sebagai pedoman selama berada di rumah, pihak Dayah Wakaf Barbate menetapkan enam maklumat amalan yang wajib dijaga oleh setiap santri. Amalan tersebut meliputi istiqamah melaksanakan shalat lima waktu berjamaah di masjid, meunasah, atau mushalla, menjaga wirid Ayatul Khirzi, serta melakukan murajaah hafalan Al-Qur’an dan pendalaman kitab nahwu dan shorof.
Selain itu, para santri juga dianjurkan untuk melakukan tadarrus Al-Qur’an minimal satu juz setiap hari, berkhidmat membantu orang tua, serta menjaga adab dan akhlak dalam pergaulan.
Manajemen Dayah Wakaf Barbate juga menyampaikan pesan kepada para wali santri agar turut membimbing dan mengawasi aktivitas anak-anak mereka selama masa libur berlangsung.
“Kami kembalikan amanah yang telah dititipkan kepada kami. Mohon kiranya anak-anak kita dijaga dan dibimbing selama di rumah, terutama dalam menjaga shalat, akhlak, dan amalan ibadahnya,” demikian keterangan manajemen dayah.
Pimpinan dayah menegaskan bahwa masa libur tidak boleh mengurangi kedisiplinan para santri dalam menjalankan ibadah dan menjaga akhlak.
“Santri boleh libur, tapi adab, ibadah, dan hafalan jangan sampai ikut libur,” ujar salah seorang ustadz dalam penutupan kegiatan tersebut.
Pihak dayah berharap para santri dapat kembali ke pondok tepat waktu setelah masa libur berakhir dengan semangat baru, hafalan yang tetap terjaga, serta kesiapan untuk melanjutkan proses belajar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dayahberbate1203261.jpg)