Satu Tahun TRK Sayang
Satu Tahun Pemerintahan TRK Sayang: Menuju Nagan Raya Mandiri dan Madani
Langkah awal yang ditempuh pemerintahan TRK–SAYANG adalah melakukan konsolidasi internal
SERAMBINEWS.COM - Satu tahun telah berlalu sejak Kabupaten Nagan Raya memasuki babak baru kepemimpinan di bawah pasangan Bupati Dr. Teuku Raja Keumangan, S.H., M.H., dan Wakil Bupati Raja Sayang yang dikenal luas dengan sebutan TRK–SAYANG.
Konsolidasi dan Penataan Pemerintahan
Langkah awal yang ditempuh pemerintahan TRK–SAYANG adalah melakukan konsolidasi internal dan penataan birokrasi. Penguatan koordinasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk membangun komunikasi intensif dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai pemangku kepentingan.
Pemerintah daerah juga menegaskan komitmen pada kebijakan berbasis data. Berbagai persoalan daerah dipetakan secara komprehensif, mulai dari kondisi keuangan daerah, pengelolaan aset, struktur organisasi perangkat daerah, hingga kapasitas sumber daya aparatur. Langkah ini menjadi landasan agar setiap kebijakan yang diambil tidak bersifat populis semata, melainkan presisi dan akuntabel.
Hasil pemetaan tersebut kemudian dirumuskan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Nagan Raya yang selaras dengan visi dan misi kepala daerah.
Infrastruktur Dasar dan Investasi Sumber Daya Manusia
Di sektor kesehatan, penataan rumah sakit daerah dilakukan secara menyeluruh, termasuk peningkatan fasilitas pelayanan dan pembangunan gedung rawat inap baru. Penguatan layanan kesehatan masyarakat juga dilakukan melalui optimalisasi puskesmas di tingkat kecamatan hingga gampong.
Pada sektor pendidikan, langkah strategis ditempuh melalui komunikasi intensif dengan pemerintah pusat. Hasilnya, pembangunan Sekolah Rakyat dengan dukungan anggaran ratusan miliar rupiah mulai direalisasikan. Sekolah Rakyat di Kabupaten Nagan Raya tersebut menjadi satu-satunya yang dibangun di kawasan Barat Selatan Aceh, wilayah pemekaran dari Aceh Barat.
Investasi pada sumber daya manusia juga diwujudkan melalui pemberian bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa yang kurang mampu di perguruan tinggi negeri dan swasta. Langkah ini menegaskan bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas manusia.
Pengendalian Inflasi dan Penguatan Ekonomi Daerah
Upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga kebutuhan pokok juga dilakukan melalui operasi pasar murah di 10 kecamatan serta Gerakan Pangan Murah. Program ini menjadi bagian dari langkah menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional.
Di sisi lain, pemerintah daerah mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hingga kini, program pembangunan tersebut telah berjalan di 71 koperasi yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Nagan Raya.
Infrastruktur Konektivitas dan Produktivitas Ekonomi
Pembangunan infrastruktur juga menjadi prioritas. Penyelesaian Jembatan Blang Banyang–Kandeh–Kila sepanjang 140 meter membuka akses konektivitas baru yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan. Selain itu, perbaikan jalan antarkecamatan dan antargampong melalui pengerasan dan hotmix turut memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya juga terus meningkatkan kualitas permukiman serta akses layanan dasar bagi masyarakat. Sepanjang tahun 2025, pemerintah daerah telah membangun 9 unit sumur bor yang dilengkapi dengan 1.400 sambungan rumah (SR) guna memperluas akses air bersih bagi masyarakat.
Di sektor perumahan, pemerintah daerah juga berhasil membangun 200 unit rumah layak huni (RTLH) serta melakukan rehabilitasi terhadap 100 unit rumah masyarakat yang sebelumnya tidak layak huni.
Sektor pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah berupaya menjaga stabilitas harga komoditas, khususnya kelapa sawit rakyat. Dalam satu tahun terakhir, harga tandan buah segar di Nagan Raya tercatat menjadi yang tertinggi di wilayah Barat Selatan Aceh, bahkan sempat mendekati Rp3.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada harga gabah yang meningkat dari sekitar Rp700.000 menjadi Rp1.200.000 per kunca, satuan yang lazim digunakan petani di Aceh.
Pemerintah daerah juga menyalurkan berbagai bantuan sarana produksi pertanian kepada kelompok tani, seperti combine harvester, hand traktor, serta pupuk hayati padat sebanyak 11 ton yang telah terverifikasi dalam sistem Simluhtan.
Sepanjang tahun 2025, Pemerintahan TRK-SAYANG telah melaksanakan pembangunan dan peningkatan jalan kebun masyarakat pada 13 titik lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Beutong, Tadu Raya, Darul Makmur, Suka Makmue, dan Kuala. Pembangunan tersebut meliputi pembukaan jalan baru, peningkatan jalan kebun, serta pengerasan jalan guna mempermudah akses transportasi hasil perkebunan masyarakat.
Di samping itu, juga melaksanakan pembangunan dan normalisasi drainase kebun masyarakat pada 9 titik lokasi di sejumlah gampong, seperti di Kecamatan Darul Makmur, Seunagan, dan Tadu Raya.
Di sektor peternakan, pemerintah menyediakan bibit dan induk ternak kepada kelompok peternak di sejumlah kecamatan. Sementara di sektor kelautan dan perikanan, bantuan berupa 100 unit alat tangkap bubu bagi 50 nelayan serta 175 set jaring bagi 161 nelayan turut disalurkan. Dukungan sarana lainnya berupa delapan unit sampan bermesin juga diberikan untuk meningkatkan produktivitas nelayan.
Dimensi Sosial, Religi, dan Identitas Daerah
Pemerintah daerah juga memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan, seperti fakir miskin, anak yatim, penyandang disabilitas, dan korban bencana.
Melalui Dinas Sosial, bantuan sosial diberikan kepada 3.963 penerima manfaat yang terdiri atas 1.838 anak yatim dan 2.125 penyandang disabilitas dengan total anggaran Rp2,15 miliar.
Sementara itu, melalui Baitul Mal, bantuan konsumtif berbasis zakat disalurkan kepada 5.445 masyarakat fakir dan miskin dengan total anggaran mencapai Rp4,74 miliar.
Komitmen membangun generasi muda yang religius juga diwujudkan melalui pembinaan dayah serta bantuan biaya pendidikan kepada 483 santri dengan total anggaran Rp483 juta. Selain itu, pemerintah daerah menyalurkan 3.615 kitab keagamaan, termasuk Al-Qur’an, Barzanji, dan Dalail Khairat, kepada masjid dan pesantren.
Penguatan identitas religius daerah juga terlihat melalui penyempurnaan Masjid Giok di jantung Kota Suka Makmue sebagai ikon spiritual Nagan Raya. Tradisi-tradisi lokal seperti Kenduri Blang, Kenduri Laot, Kenduri Maulid, Zikir Tuha, dan Rapai Tuha kembali digalakkan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya daerah.
Diplomasi Pembangunan dan Visi Jangka Panjang
Di tingkat nasional dan internasional, pemerintah daerah mulai membangun jejaring strategis untuk membuka peluang investasi. Undangan dari Bank Dunia di Washington DC pada pertengahan 2025 menjadi momentum bagi Bupati TRK memaparkan potensi ekonomi kawasan Barat Selatan Aceh, khususnya Nagan Raya.
Gagasan pengembangan pelabuhan internasional serta peningkatan kapasitas Bandara Cut Nyak Dhien menjadi bagian dari visi jangka panjang guna membuka konektivitas global bagi kawasan tersebut.
Ujian Kepemimpinan di Tengah Bencana
Menjelang akhir 2025, Aceh dilanda banjir besar yang turut menghantam Kabupaten Nagan Raya. Empat kecamatan terdampak, dengan Beutong Ateuh Banggalang mengalami kerusakan paling parah. Sekitar 85 persen fasilitas umum, infrastruktur, dan permukiman warga mengalami kerusakan.
Respons cepat pemerintah daerah menjadi ujian nyata kepemimpinan. Bupati dan Wakil Bupati turun langsung meninjau lokasi terdampak, termasuk wilayah yang sempat terisolasi.
Koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dilakukan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Pembangunan jembatan darurat hingga Jembatan Bailey menjadi langkah penting dalam memulihkan akses transportasi.
Daftar Penghargaan Pemerintah Kabupaten Nagan Raya
Selama masa kepemimpinan TRK-SAYANG, Pemkab Nagan Raya berhasil meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun daerah sebagai bentuk pengakuan atas kinerja dalam berbagai sektor pembangunan.
Tingkat Nasional
- Penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2025 Predikat Nindya, diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
- Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Tingkat Madya, diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui BPJS Kesehatan.
- Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.
- Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2025, dengan capaian Juara II Kategori Destinasi Unik dan Juara II Kategori Makanan Tradisional, diselenggarakan oleh Yayasan Anugerah Pesona Indonesia.
Tingkat Provinsi Aceh
- Penghargaan Open Defecation Free (ODF) Tahun 2025, diberikan oleh Pemerintah Provinsi Aceh.
- Penghargaan Capaian Pengesahan Koperasi Merah Putih Tercepat di Provinsi Aceh, diberikan oleh Pemerintah Provinsi Aceh.
- Juara I Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) pada ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) Provinsi Aceh XXVI, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Aceh.
- Peringkat III Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) IV Aceh Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Aceh.
- Juara III Fashion Show Ketua Dekranasda se-Aceh, yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Aceh.
Penghargaan dari Lembaga/Organisasi
- Penghargaan dengan Predikat “Informatif” dalam Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025, diberikan oleh Komisi Informasi Aceh.
- Serambi Ekraf Award, diberikan oleh Serambi Indonesia atas kontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif daerah.
- Prestasi pada Musabaqah Tunas Ramadhan (MTR) ke-24 Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka.
Tuntaskan Utang Rp36,6 Miliar
Pemerintahan Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Raja Sayang berhasil menuntaskan kewajiban utang daerah sebesar Rp36,6 miliar yang merupakan beban dari pemerintahan sebelumnya.
PAD Murni 2025 Naik 99 persen
Pemkab Nagan Raya membukukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) murni sebesar Rp52,13 miliar pada 2025. Capaian ini melonjak 99,14 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp26,18 miliar. Secara keseluruhan, total PAD Nagan Raya pun meningkat drastis dari Rp99,76 miliar menjadi Rp127,49 miliar. (*)
Baca juga: Wabup Nagan Raya Serahkan Zakat dari Baitul Mal untuk Fakir dan Miskin
Baca juga: Bupati TRK Ajak Warga Nagan Raya di Perantauan Jadi Duta Daerah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nagan-120326-b.jpg)