Transportasi Kota
Kamis Malam hingga Jumat Dinihari, Jembatan Kutablang Ditutup Sementara
Arus lalu lintas melalui Jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang, Bireuen, akan ditutup sementara mulai pukul 21.00 WIB pada Kamis (12/3/2026).
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Penutupan tidak hanya berlaku bagi kendaraan roda empat atau lebih, tetapi juga sepeda motor, karena adanya perbaikan lantai jembatan.
- Informasi penutupan arus lalu lintas dua arah di jembatan lintasan nasional tersebut disampaikan Asisten Barang Milik Negara (BMN) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah 1, Fachruddin, kepada Serambinews.com, Kamis (12/3/2026).
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Arus lalu lintas melalui Jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang, Bireuen, akan ditutup sementara mulai pukul 21.00 WIB pada Kamis (12/3/2026). Jika tidak ada kendala, jembatan tersebut akan kembali dibuka sekitar pukul 03.00 WIB pada Jumat (13/3/2026).
Penutupan tidak hanya berlaku bagi kendaraan roda empat atau lebih, tetapi juga sepeda motor, karena adanya perbaikan lantai jembatan.
Informasi penutupan arus lalu lintas dua arah di jembatan lintasan nasional tersebut disampaikan Asisten Barang Milik Negara (BMN) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah 1, Fachruddin, kepada Serambinews.com, Kamis (12/3/2026).
Penutupan dilakukan karena beberapa lembar papan lantai dari plat besi mengalami kerusakan dan hampir patah sehingga perlu diperbaiki oleh tim maintenance.
Baca juga: Cegah Kemacetan, Mulai Besok Satlantas Rekayasa Lalu Lintas di Jembatan Kutablang
“Tadi dari tim teknis mengabari ada sejumlah papan lantai yang rusak, maka akan dilakukan perbaikan. Karena pekerjaan dilakukan malam hari, jembatan ditutup sementara,” ujarnya.
Estimasi pekerjaan dimulai pukul 21.00 WIB pada Kamis dan diperkirakan selesai sekitar pukul 03.00 WIB pada Jumat.
Bagi pengendara, baik roda dua maupun roda empat, dari Banda Aceh menuju Medan atau sebaliknya diharapkan menggunakan jalur alternatif melalui Jembatan Awe Geutah Paya – Teupin Reudeup, Peusangan Selatan.
Menjawab Serambinews.com mengenai penyebab sering terjadinya penutupan jembatan, Fachruddin yang didampingi teknisi menjelaskan bahwa sejak awal jembatan tersebut hanya diperbolehkan dilintasi kendaraan dengan tonase maksimal 30 ton.
Namun masih ada truk dengan muatan berlebih yang melintas sehingga menyebabkan lantai jembatan rusak, patah, bahkan ada leger yang hampir putus.
Untuk mencegah musibah yang lebih besar, begitu ditemukan kerusakan teknisi langsung melakukan perbaikan agar arus lalu lintas tetap lancar.
Pengendara diharapkan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar jembatan dapat bertahan lama hingga jembatan permanen selesai dibangun. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kendaraan-ikkml.jpg)