Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Besar

Usai Lebaran, Aceh Besar Mulai Terapkan Beut Kitab Bak Kecamatan

“Kalau Beut Kitab di sekolah itu mengikuti kurikulum. Sementara Beut Kitab di kecamatan ini insya Allah akan kita laksanakan setelah hari raya dan...

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/FOTO/MC ACEH BESAR
BUPATI ACEH BESAR - Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram) di kediamannya, Komplek BTN Ajuen, Peukan Bada, Aceh Besar, Kamis, (25/12/2025).   
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Aceh Besar akan meluncurkan program Beut Kitab di tingkat kecamatan usai Idulfitri 1447 H.
  • Program ini berbeda dengan Beut Kitab Bak Sikula yang diterapkan di sekolah karena tidak mengikuti kurikulum pendidikan, melainkan menyasar aparatur gampong dan pimpinan masyarakat.
  • Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menjelaskan bahwa pengajian kitab akan melibatkan lima unsur pimpinan masyarakat: keuchik, teungku meunasah, tuha peut gampong, imum mukim, dan unsur mukim lainnya.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR - Usai launching implementasi Beut Kitab Bak Sikula, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar berencana melaksanakan program Beut Kitab di tingkat kecamatan yang akan diikuti oleh aparatur gampong dan unsur pimpinan masyarakat.

Program tersebut dijadwalkan mulai berjalan setelah Hari Raya Idulfitri.

Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, mengatakan program tersebut berbeda dengan Beut Kitab Bak Sikula yang saat ini diterapkan di sekolah karena mengikuti kurikulum pendidikan.

Menurutnya, pengajian kitab di tingkat kecamatan akan menyasar para pengambil keputusan di tingkat gampong dan mukim agar memiliki pemahaman agama yang sama dalam menjalankan tugasnya.

“Kalau Beut Kitab di sekolah itu mengikuti kurikulum. Sementara Beut Kitab di kecamatan ini insya Allah akan kita laksanakan setelah hari raya dan akan digelar di seluruh kecamatan di Aceh Besar,” ujar Muharram Idris kepada Serambinews.com, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam program tersebut setiap kecamatan akan melibatkan lima unsur pimpinan masyarakat, yakni keuchik, teungku meunasah, tuha peut gampong, imum mukim, serta unsur mukim lainnya.

Kelima unsur tersebut nantinya akan mengikuti pengajian kitab secara rutin sebanyak dua kali dalam sebulan.

Muharram menegaskan, pemilihan lima unsur tersebut bukan tanpa alasan.

Mereka merupakan pihak yang memiliki kewenangan dalam mengambil berbagai keputusan di wilayah masing-masing.

“Kenapa kita memilih lima unsur ini, karena merekalah yang menjadi pengambil keputusan di wilayahnya. Keuchik mengambil keputusan di gampong, teungku dalam urusan keagamaan, dan mukim juga memiliki kewenangan di wilayah kemukiman,” jelasnya.

Ia berharap melalui program Beut Kitab di tingkat kecamatan tersebut, para pemimpin di tingkat gampong dan mukim memiliki pemahaman keagamaan yang sama sehingga setiap keputusan yang diambil tidak bertentangan dengan ajaran Islam.(*)

Baca juga: Besok, Bupati Syech Muharram Terapkan Beut Kitab Bak Sikula di 305 Sekolah Aceh Besar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved