Minggu, 3 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Jalur Aceh Timur–Gayo Lues Sudah Bisa Dilalui, Namun Masih Rawan Longsor, Pengendara Diminta Waspada

Sejumlah titik di sepanjang jalur tersebut masih menyisakan material longsor dari perbukitan di sekitar badan jalan.

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Maulidi Alfata
Jalan lintas Aceh Timur-Gayo Lues di kawasan Gladia Alaska, Dusun Betung Kemili Lokop, terputus dan kini sudah bisa dilewati setelah dibuka Jalan alternatif disampingnya, titik ini mendekati area perbatasan, Minggu (15/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Jalur transportasi yang menghubungkan Kabupaten Aceh Timur dengan Kabupaten Gayo Lues kini kembali dapat dilalui setelah sebelumnya lumpuh akibat cuaca ekstrem.
  • Lintasan strategis tersebut sudah dapat diakses kendaraan roda dua maupun roda empat.
  • Meski demikian, para pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati karena kondisi jalan masih berisiko tinggi. 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Jalur transportasi yang menghubungkan Kabupaten Aceh Timur dengan Kabupaten Gayo Lues kini kembali dapat dilalui setelah sebelumnya lumpuh akibat cuaca ekstrem.

Lintasan strategis tersebut sudah dapat diakses kendaraan roda dua maupun roda empat.

Meski demikian, para pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati karena kondisi jalan masih berisiko tinggi.

Sejumlah titik di sepanjang jalur tersebut masih menyisakan material longsor dari perbukitan di sekitar badan jalan.

Petugas telah melakukan pembersihan sehingga akses jalan dapat dibuka kembali.

Namun, potensi longsor susulan masih mengancam, terutama pada area yang kondisi tanahnya masih labil.

Beberapa titik bekas longsor terpantau di kawasan Gladia Alaska, Dusun Betung Kemili, Lokop.

Di lokasi tersebut, badan jalan dilaporkan sempat putus total akibat tergerus banjir dan abrasi sungai.

Para pekerja di lapangan kemudian membuka jalur alternatif darurat agar arus lalu lintas tidak terputus sepenuhnya.

Baca juga: Pemerintah Diminta Percepat Bantuan bagi Korban Banjir dan Longsor untuk Persiapan Idul Fitri

Selain itu, penyempitan jalan juga terjadi di sejumlah titik akibat badan jalan yang amblas. Kondisi ini menuntut pengendara untuk lebih sabar dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas.

Tingginya risiko di jalur tersebut membuat sebagian pengendara memilih menunda perjalanan. Salah satunya M. Ridho, warga yang berencana menuju Blangkejeren.

Ia memutuskan kembali ke Idi setelah melihat kondisi jalan yang dinilai masih berbahaya.

“Rencananya mau ke Blangkejeren. Memang sudah bisa lewat, tapi saya lihat titik longsornya masih sangat banyak dan kondisi jalan masih sepi. Saya memutuskan kembali ke Idi karena merasa belum aman,” ujar Ridho, Minggu (15/3/2026).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved