Minggu, 12 April 2026

Berita Lhokseumawe

KAMOE Gelar Pangkas Rambut Gratis untuk Pengungsi di Aceh Utara

Ia menambahkan, kegiatan tersebut bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga menghadirkan semangat dan harapan bagi para pengungsi.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO
PANGKAS RAMBUT - Anak-anak pengungsi di Aceh Utara mengikuti kegiatan pangkas rambut gratis. Koalisi Muda Nanggroe (KAMOE) menggelar kegiatan kemanusiaan di tenda pengungsian Desa Buket Linteng, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (14/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Koalisi Muda Nanggroe (KAMOE) menggelar kegiatan kemanusiaan di tenda pengungsian Desa Buket Linteng, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (14/3/2026).
  • Kegiatan tersebut meliputi layanan pangkas rambut gratis, penyerahan bantuan, serta buka puasa bersama bagi masyarakat yang hingga kini masih bertahan di pengungsian pascabanjir
  • Para relawan hadir tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga memberikan dukungan moral dan semangat kebersamaan kepada para pengungsi.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Menjelang lima hari perayaan Hari Raya Idul Fitri, Koalisi Muda Nanggroe (KAMOE) menggelar kegiatan kemanusiaan di tenda pengungsian Desa Buket Linteng, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan tersebut meliputi layanan pangkas rambut gratis, penyerahan bantuan, serta buka puasa bersama bagi masyarakat yang hingga kini masih bertahan di pengungsian pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.

Dalam suasana Ramadhan, para relawan hadir tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga memberikan dukungan moral dan semangat kebersamaan kepada para pengungsi.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Sekolah Sagu, IPNU Lhokseumawe, Polres Lhokseumawe, organisasi mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, serta didukung oleh insan pers.

Layanan pangkas rambut gratis disambut antusias oleh para pengungsi, terutama anak-anak yang tampak gembira dapat merapikan rambut mereka menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Founder KAMOE, Allam Thoriq Aku, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian anak muda Aceh terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.

“Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan kepedulian dan kebersamaan. Kami dari KAMOE bersama para relawan dan mitra ingin hadir langsung di tengah masyarakat yang saat ini masih berada di pengungsian. Walaupun bantuan yang kami bawa mungkin tidak besar, kami berharap ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Allam Thoriq.

Baca juga: Masyarakat Ingatkan Bupati Soal Peninjauan Ulang Data Penerima Bantuan Rehab Rumah

Ia menambahkan, kegiatan tersebut bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga menghadirkan semangat dan harapan bagi para pengungsi.

“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di pengungsian tidak merasa sendiri. Ada banyak pihak yang peduli dan terus berupaya membantu mereka. Semoga kebersamaan sederhana melalui buka puasa bersama ini dapat menghadirkan kebahagiaan di tengah situasi yang mereka hadapi,” tambahnya.

Allam Thoriq juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kepedulian terhadap kondisi masyarakat Aceh yang masih dalam proses pemulihan pascabencana.

“Aceh belum sepenuhnya pulih. Karena itu mari kita terus hadir, terus peduli, dan terus bergerak bersama. Gerakan kecil yang kita lakukan hari ini adalah harapan bagi saudara-saudara kita yang masih berada di pengungsian. InsyaAllah dengan kebersamaan dan kepedulian, Aceh akan bangkit kembali,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DEMA Ormawa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Muhammad Irfan, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan di lingkungan kampus.

“Sebagai mahasiswa, kami merasa terpanggil untuk ikut hadir dan berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan seperti ini. Ramadhan mengajarkan kita untuk saling berbagi dan peduli terhadap sesama. Semoga kehadiran kami bersama para relawan dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang masih berada di pengungsian,” kata Irfan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang menyajikan hidangan khas Aceh, Kuah Beulangong, yang dinikmati oleh para pengungsi dan relawan.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di tenda pengungsian, menjadi momen yang memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved