Berita Banda Aceh
Mengenal Prof Muhammad Siddiq Armia, Pendaftar Pertama Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030
Mengenal sosok Prof Muhammad Siddiq Armia Pendaftar Pertama Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030
Ringkasan Berita:Muhammad Siddiq Armia lahir di Takengon tahun 1977 dari keluarga ulama dan akademisi, serta menempuh pendidikan hingga doktor di Anglia Ruskin University Inggris.Ia berkarier sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry dan meraih gelar profesor di usia relatif muda.Namanya juga masuk daftar Top 2 persen Scientist Worldwide 2025 sebagai salah satu ilmuwan berpengaruh dari Indonesia.
SERAMBINEWS.COM - Muhammad Siddiq Armia dilahirkan di Takengon, Aceh Tengah, pada 1977.
Dia terlahir dari keluarga yang mementingkan pendidikan dan agama.
Kakeknya adalah pendiri Dayah Darussaadah Teupin Raya. Ayahnya, Tgk H Muhammad Armia Ali LML, MA adalah sarjana dari Timur Tengah.
Semasa hidupnya, Armia tercatat sebagai dosen di Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry.
Sedangkan kakeknya, Abu Muhammad Ali Teupin Raya, adalah seorang ahli ilmu falak dan merupakan ulama besar nan kharismatik di Aceh.
Siddiq memulai pendidikan formal dari MIN Merduati Banda Aceh, lalu lanjut ke Dayah Darussa’adah Teupin Raya. Sementara MAN ditamatkan di Beureunuen, Pidie.
“Sambil mondok di Dayah Darussa’adah saya sekolah di MAN Beureunuen Pidie,” ujar suami Intan Marjani, puteri dari tokoh Aceh Besar Abi Jailani.
Baca juga: Prof Muhammad Siddiq Armia Pendaftar Pertama Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030
Setelah tamat MAN, Siddiq melanjutkan S1 di Fakultas Syariah UIN Ar-Raniry, lalu S2 Fakultas Hukum di Universitas Indonesia (UI) Jakarta (Dibawah bimbingan langsung Prof. Yusril Ihza Mahendra), dan akhirnya S3 Comparative Constitutional Law di Anglia Ruskin University, Cambridge, Inggris. (Lulus Cumlaude) Dengan studi komparatif di Mahkamah Konstitusi Jerman dan Mahkamah Agung Inggris.
Karir Siddiq sebagai dosen tergolong gemilang. Dalam usia relatif muda dia sudah menjabat sebagai Dekan Fakultas Syariah dan Hukum di lingkungan UIN Ar-Raniry.
Demikian juga gelar profesor yang disandangnya. Dia meraih gelar guru besar di usia 40-an awal.
Penulis dan reviewer jurnal internasional
Siddiq sudah lama dikenal aktif menjadi penulis dan reviewer jurnal internasional.
Ia juga sering diundang sebagai dosen tamu dan penguji disertasi S3 di berbagai kampus nasional dan internasional, termasuk ke Inggris, Jerman, Qatar, Korea Selatan, Filipina, Malaysia, Azerbaijan dan lain-lain.
Disamping itu juga aktif pada kegiatan akdemik dengan British Council Inggris.
Hasilnya, nama Muhammad Siddiq Armia mendapat pengakuan internasional sebagai salah satu ilmuwan PTKIN yang masuk daftar Top 2 % Scientist Worldwide 2025.
Baca juga: UIN Ar-Raniry Banda Aceh Buka Penjaringan Calon Rektor Periode 2026-2030
Di nomor urut pertama tercatat nama Prof Maila Dinia Husni Rahiem dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan di rangking kedua terukir nama Prof Muhammad Siddiq Armia dari Aceh.
| Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh Edukasi Warga Gampong Alue Deah Tengoh Cegah Gigi Berlubang |
|
|---|
| ASDP Rencanakan Buka Pelayaran Kapal Jakarta-Aceh, Termasuk Angkut Kontainer Atas Kendaraan |
|
|---|
| Hari Kartini, 60 Perempuan Profesi Diedukasi Tentang Keselamatan Berkendara |
|
|---|
| Rektor Resmi Lantik Pengurus BEM USK 2026, Ini Susunan Pengurusnya |
|
|---|
| Pengurus BEM USK 2026 Resmi Dilantik, Rektor Pesan satu Hal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/muhammad-siddiq-armia_calon-rektorUIN-Ar-Raniry_2026.jpg)