Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Bireuen

Program Pembinaan Generasi Qurani, Ini Pesan Kadis Dayah Bireuen

menumbuhkan kecintaan generasi muda Aceh terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter yang berakhlak Islami.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
Program pembinaan generasi Qurani Selamatkan Anak Aceh Dengan Al Quran (SANAQ) yang berlangsung sejak 21 Februari lalu diikuti 200 peserta di masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen berakhir Senin (16/3/2026) 
Ringkasan Berita:Program Selamatkan Anak Aceh Dengan Al Quran (SANAQ) yang diikuti 200 peserta di Masjid Agung Sultan Jeumpa resmi berakhir pada 16 Maret 2026.
 
Kegiatan yang digagas Yayasan SANAQ Cendekia Nusantara ini bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an dan membentuk akhlak Islami.
 
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Anwar berharap program tersebut terus berkembang untuk membina generasi Qurani di Aceh.

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Program pembinaan generasi Qurani Selamatkan Anak Aceh Dengan Al-Qur’an (SANAQ) yang berlangsung sejak 21 Februari 2026 dan diikuti sekitar 200 peserta di Masjid Agung Sultan Jeumpa Bireuen resmi berakhir pada Senin (16/3/2026).

Penutupan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen, Anwar SAg MAP, dalam acara yang digelar di Aula Lama Setdakab Bireuen.

Pimpinan SANAQ, Ustaz Qamar Syafawi SPdI MPd menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda Aceh terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter yang berakhlak Islami.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman hidup,” ujar Qamar Syafawi.

Baca juga: Prof Muhammad Siddiq Armia Pendaftar Pertama Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Program yang digagas oleh Yayasan SANAQ Cendekia Nusantara Kabupaten Bireuen ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai mampu memperkuat karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai program pembinaan, di antaranya tahsin Al-Qur’an untuk memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid, tahfidz Al-Qur’an, kajian motivasi Qurani, serta pembinaan akhlak Islami.

Selain itu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai aktivitas Ramadhan Qurani, seperti buka puasa bersama, khataman Al-Qur’an, santunan anak yatim, serta pesantren Ramadhan.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen, Anwar, dalam sambutannya berharap program seperti ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak generasi muda di Aceh.

Baca juga: BERITA POPULER -Ali Imran Jabat Danrindam IM, Mulai Jumat Mobil dari Medan Lewat Jembatan Awe Geutah

“Jika tahun ini pesertanya sekitar 200 orang, kita berharap ke depan jumlahnya semakin bertambah dan gerakan ini bisa menjadi gerakan masyarakat dalam membina generasi Qurani,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembinaan generasi melalui Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam menjaga marwah Aceh sebagai Serambi Mekkah.

Menjaga akhlak dan moral anak-anak Aceh

Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, pembinaan generasi muda melalui Al-Qur’an sangat penting untuk menjaga akhlak dan moral anak-anak Aceh.

“Program SANAQ bukan sekadar kegiatan belajar membaca Al-Qur’an, tetapi merupakan gerakan penyelamatan generasi melalui pendidikan Qurani. Ketika anak-anak dekat dengan Al-Qur’an, maka mereka memiliki benteng moral yang kuat,” kata Anwar.

Ia berharap program SANAQ dapat terus berlanjut dan menjadi salah satu gerakan pendidikan Al-Qur’an yang mampu melahirkan generasi Aceh yang berilmu, berakhlak, serta mencintai Al-Qur’an. (*)

Baca juga: Ramadhan 2026: Al-Quran, Sahabat Abadi Jiwa Modern

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved