Breaking News
Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bireuen

Mahasiswa Doktor UIN Ar-Raniry Bahas Masa Depan Studi Islam

“Pengembangan Studi Islam tidak cukup hanya melalui penelitian individual. Ia membutuhkan diseminasi pengetahuan, pertukaran gagasan akademik,

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
BERDISKUSI - Mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar forum Academic Sharing, Minggu (15/3/2026) di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh. 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar forum Academic Sharing yang dirangkai dengan buka puasa bersama, Minggu (15/3/2026) di Hermes Palace Hotel.
  • Forum menjadi wadah diskusi mahasiswa doktoral untuk membahas arah dan tantangan pengembangan Studi Islam di tengah dinamika sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan.
  • Hadir sebagai narasumber: Prof Eka Srimulyani (Direktur Pascasarjana) dan Prof Syamsul Rijal (Ketua Prodi S3 Studi Islam).

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Mahasiswa Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar forum Academic Sharing yang dirangkai dengan buka puasa bersama, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Hermes Palace Hotel itu menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa doktoral untuk membahas arah serta tantangan pengembangan kajian Studi Islam di tengah dinamika sosial dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Forum tersebut dipandu Muazzinah dan menghadirkan Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Eka Srimulyani dan Ketua Program Studi S3 Studi Islam Prof Syamsul Rijal.

Dalam paparannya, Prof Eka Srimulyani menekankan pentingnya integrasi antara nilai spiritual dan intelektual dalam penelitian keislaman agar mampu memberi kontribusi terhadap penguatan etika sosial, perdamaian, dan keadilan.

Selain itu, Eka juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan jejaring akademik di kalangan mahasiswa lintas angkatan.

Menurut antropolog perempuan pertama dari Aceh ini, sinergi riset perlu terus diperkuat, baik dalam kajian pendidikan Islam, multikulturalisme, maupun berbagai isu sosial-keagamaan kontemporer.

Sementara itu, Ketua Program Studi S3 Studi Islam, Syamsul Rijal menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi ilmiah dalam pengembangan Studi Islam. Ia menilai dinamika sosial yang terus berkembang menuntut kajian  keislaman untuk memperluas ruang dialog akademik.

“Pengembangan Studi Islam tidak cukup hanya melalui penelitian individual. Ia membutuhkan diseminasi pengetahuan, pertukaran gagasan akademik, serta kolaborasi ilmiah yang berkelanjutan,” kata Syamsul Rijal dalam forum tersebut.

Ia menjelaskan terdapat empat konsep utama yang dapat memperkuat pengembangan Studi Islam, yakni knowledge dissemination, scholarly exchange, academic collaboration, dan intellectual exchange.

Baca juga: Prof Siddiq Armia Jadi Kandidat Pertama Daftar Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030 

Keempat konsep ini, kata dia, saling berkaitan dan menjadi fondasi bagi pengembangan keilmuan yang lebih terbuka dan kolaboratif.

Menurut Syamsul Rijal, penguatan jejaring intelektual menjadi kunci agar kajian Studi Islam mampu merespons berbagai persoalan kontemporer.

“Studi Islam perlu terus mendorong dialog lintas disiplin dan kerja sama akademik agar dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Program Studi S3 Studi Islam Dr Zubaidah MEd serta para mahasiswa doktoral Studi Islam.  

Selain menjadi forum diskusi ilmiah, agenda tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi akademik di lingkungan Pascasarjana.(*)

 


 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved