Banjir Landa Aceh
Protes Data Jadup dan Huntara, Warga Geruduk Kantor Reje
"Kami minta dilakukan verifikasi ulang agar jadup dan huntara dapat disalurkan secara adil dan tepat sasaran." KEUMALA
Ringkasan Berita:
- Sejumlah warga Kampung Ise-Ise, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, mendatangi kantor reje untuk memprotes dugaan ketidaktepatan data penerima bantuan pascabencana
- Bahkan ia menduga ada rumah yang sengaja dirusak agar terlihat terdampak sehingga dapat masuk dalam daftar penerima bantuan
- Kami minta dilakukan verifikasi ulang agar jadup dan huntara dapat disalurkan secara adil dan tepat sasaran
"Kami minta dilakukan verifikasi ulang agar jadup dan huntara dapat disalurkan secara adil dan tepat sasaran." KEUMALA, Warga Ise-Ise
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Sejumlah warga Kampung Ise-Ise, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, mendatangi kantor reje (kepala desa) untuk memprotes dugaan ketidaktepatan data penerima bantuan pascabencana, khususnya bantuan jaminan hidup (jadup) dan hunian sementara (huntara). Senin (16/3/2026)
Warga menilai pendataan penerima bantuan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Warga menyebut jumlah rumah yang benar-benar terdampak bencana di kampung tersebut hanya sekitar tujuh unit. Namun dalam daftar penerima bantuan justru tercatat hingga sekitar 25 orang.
Keumala, warga Kampung Ise-Ise mengungkapkan, kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, sejumlah rumah yang tercatat sebagai penerima bantuan sebenarnya tidak mengalami kerusakan berarti akibat bencana.
Bahkan ia menduga ada rumah yang sengaja dirusak agar terlihat terdampak sehingga dapat masuk dalam daftar penerima bantuan. “Di kampung kami rumah yang terdampak bencana sebenarnya hanya sekitar tujuh rumah. Tapi yang tercatat menerima bantuan sampai 25 orang. Padahal ada rumah yang sebenarnya tidak kenapa-kenapa,” ujarnya.
Ia juga menyebut sebagian warga sangat kecewa karena merasa bantuan yang seharusnya diberikan kepada korban yang benar-benar terdampak justru tidak tepat sasaran. “Kasihan ibu-ibu ini, sudah beberapa kali menyampaikan protes tapi seperti tidak didengar,” katanya.
Dalam sebuah video yang diperoleh TribunGayo.com, terlihat kondisi salah satu rumah yang disebut menerima bantuan meski tidak mengalami kerusakan berarti. Dalam rekaman tersebut juga tampak bagian tanah di sekitar rumah disebut sengaja ditimbun untuk memperlihatkan seolah-olah terdampak bencana.
Video lainnya, memperlihatkan suasana warga yang menyampaikan keluhan mereka dengan nada kecewa terkait pendataan bantuan tersebut. Warga berharap pemerintah kampung maupun pihak terkait dapat meninjau ulang data penerima bantuan agar benar-benar diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
"Kami minta dilakukan verifikasi ulang agar jadup dan huntara dapat disalurkan secara adil dan tepat sasaran," jelasnya.
Wartawan TribunGayo.com juga berupaya menghubungi Reje Ise-Ise melalaui nomor telepon dan Whatshap, hingga berita ini diturunkan belum mendapatkan jawaban.(rd)
Banjir Landa Aceh
Data Jadup
Protes Data Jadup dan Huntara
Korban Banjir dapat Jadup
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Pembangunan Jembatan Bailey di Blang Reubek-Aceh Utara Rampung, Kapasitas 20 Ton |
|
|---|
| Dua Jembatan Ambruk Akibat Banjir di Aceh Singkil belum Tersentuh |
|
|---|
| Seratusan Korban Banjir Gelar Aksi, Desak Transparansi Bantuan dan Penyediaan Hunian Layak |
|
|---|
| Tumpukan Kayu Sisa Banjir Mengering dan Terbakar, Damkar Aceh Tamiang Buka Layanan Pengaduan |
|
|---|
| Mendagri Akui Pendataan Korban Banjir di Aceh Tamiang Lambat, Ini Penyebabnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/huntara-di-Aceh-Timur-1402.jpg)