Jumat, 15 Mei 2026

Berita Bireuen

Pilu! Rumah Anak Yatim di Bireuen Terbakar

“Maknek sedang duduk juga di dalam rumah, tiba-tiba lampu mati, melihat di samping rumah merah menyala, kemudian melihat ke rumahnya sudah terbakar,”

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Yusmandin Idris
KEBAKARAN RUMAH – Satu unit rumah permanen milik anak yatim di Desa Cot Rabo Tunong, Peusangan Bireuen, ludes terbakar, Rabu (25/3/2026) malam, petugas Damkar sedang memadamkan api. 
Ringkasan Berita:
  • Sebuah rumah permanen milik 2 anak yatim, Bilalbirrabbah (15) dan adiknya Mulkan (10), di Dusun Lam Pucok, Desa Cot Rabo Tunong, Peusangan Bireuen, ludes terbakar pada Rabu (25/3/2025) malam.
  • Rumah peninggalan orang tua mereka hanya menyisakan beton, sementara seluruh isi rumah termasuk pakaian, sepeda motor, dan sepeda habis terbakar.
  • Saat kejadian, Mulkan sedang berada di rumah neneknya yang berjarak sekitar 2 meter dari rumah tersebut. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Satu unit rumah berkonstruksi permanen yang ditempati seorang anak yatim bernama Bilalbirrabbah (15) dan yatim piatu Mulkan (10), peninggalan orang tua mereka di Dusun Lam Pucok, Desa Cot Rabo Tunong, Peusangan Bireuen ludes terbakar sekitar pukul 22.00 WIB, Rabu
(25/3/2025).

Rumah permanen tinggal beton saja, isinya mulai dari pakaian, satu sepeda motor, dua sepeda ludes terbakar.

Mulkan  Abbas anak dari almarhum Safrizal dan ibunya bernama Anita  Dewi juga sudah meninggal setahun lalu didampinginya abangnya Bilalbirrabah mengatakan, saat itu ia sedang di rumah neneknya yang terpaut sekitar 2 meter di sebelah barat rumah.

Mereka mengatakan, saat itu baru pulang dari depan dan sedang duduk-duduk di dalam rumah neneknya.

“Maknek sedang duduk juga di dalam rumah, tiba-tiba lampu mati, melihat di samping rumah merah menyala, kemudian melihat ke rumahnya sudah terbakar,” ujarnya.

Melihat rumahnya terbakar, Mulkan yang masih duduk di bangku SD mengatakan langsung memberitahukan warga bahwa rumahnya terbakar.

Mulkan mengaku pakaiannya bahkan tidak sempat diambil lagi dan semuanya terbakar.

Bilalbirrabah merupakan santri salah satu pesantren di Seulimum, Aceh Besar.

Kedua anak tersebut yang menempati rumah peninggalan orang tua, ketika malam tiba mereka tidur di rumah neneknya terpaut 2 meter lebih di samping rumah terbakar.

Hari Ini, Kebakaran Lahan Terjadi di Tiga Lokasi di Lhokseumawe

Kronologis Kebakaran

Marhani nenek dari Mulkan mengatakan, mereka baru saja ke luar dari rumah tersebut dan masuk ke dalam rumahnya.

Tiba-tiba rumah sudah terbakar dan mereka sangat ketakutan.

Agus (40) salah seorang  warga setempat mengatakan, belum diketahui penyebabnya.

Saat itu, dia sedang duduk di depan rumah tidak jauh dari lokasi.

Tiba-tiba melihat rumah Mulkan sudah terbakar dan api menyala besar.

Lalu, ia bersama warga berdatangan membantu dan warga juga meminta bantuan pemadam, sebutnya.

Kebakaran itu juga mengakibatkan rumah kakek korban M Nasir (61) ditempati bersama istri
Marhani (53) dan anaknya Afzalul Rizki (23), Repi Saputra (16), Repa Saputra (16), dan Hanum Herlina (11) terkena imbas terbakar pada dinding samping.

“Saya baru selesai sembahyang sedang duduk-duduk bersama anak-anak di rumah, tiba-tiba mati lampu dan rumah Mulkan di sebelah sudah terbakar," ujar Marhani yang sedang bersama Mulkan dan sudah diamankan ke rumah tetangganya. 

Keuchik Cot Rabo Tunong, Furkan Syahputra (26) yang didampingi M Nasir  mengatakan untuk penyebab
kebakaran belum diketahui pasti.

Secara tiba-tiba warga melihat rumah korban sudah terbakar. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved