Kamis, 23 April 2026

Berita Abdya

Didukung DPJP, RSUD-TP Abdya Pastikan Seluruh Layanan Poli Berjalan Optimal

"Ketersediaan dokter di seluruh poli ini, menjadi indikator kesiapan rumah sakit dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan, yang semakin kompleks,"

Penulis: Masrian Mizani | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Masrian Mizani
DPJP - Direktur RSUD-TP Abdya dr Ismail Muhammad. 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Aceh Barat Daya (Abdya) terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan berkualitas untuk masyarakat.

Salah satunya, memastikan seluruh layanan poli berjalan optimal, dengan dukungan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) yang lengkap lintas spesialisasi.

Direktur RSUD-TP Abdya dr Ismail Muhammad mengatakan, langkah ini bukan sekadar rutinitas pelayanan, melainkan bagian dari penguatan sistem kesehatan daerah yang mengedepankan profesionalisme, kecepatan dan ketepatan diagnosis. 

"Dalam kerangka nilai Berakhlak, RSUD-TP Abdya terus berbenah menghadirkan layanan yang tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga membangun kepercayaan publik," kata dr Ismail Muhammad, Sabtu (28/3/2026).

Menurut Ismuha—sapaan akrab dr Ismail Muhammad, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan spesialis, di antaranya bedah, penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, anak, hingga layanan subspesialis seperti jantung, saraf, paru, dan kesehatan jiwa.

"Ketersediaan dokter di seluruh poli ini, menjadi indikator kesiapan rumah sakit dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan, yang semakin kompleks," ujarnya.

Ismuha menyebutkan, kehadiran DPJP secara penuh merupakan wujud tanggung jawab institusi, dalam memberikan pelayanan yang paripurna dan berstandar tinggi. 

“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa pelayanan kesehatan di daerah, tidak kalah dengan pusat," ujarnya. 

Ketersediaan dokter spesialis secara lengkap, katanya, adalah prioritas pihaknya, agar pasien mendapatkan kepastian layanan, tanpa harus dirujuk keluar daerah, kecuali untuk kasus tertentu.

Ismuha menekankan pentingnya paradigma baru dalam menjaga kesehatan, yakni beralih dari pola kuratif ke preventif. 

Ia mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala. 

“Kesadaran untuk deteksi dini sangat penting. Banyak penyakit seperti hipertensi, diabetes, hingga gangguan jantung, dapat dikendalikan jika diketahui lebih awal," ucapnya. 

Menurutnya, rumah sakit bukan hanya tempat berobat, tetapi juga pusat edukasi kesehatan masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved