Berita Bireuen
12 ASN Kankemenag Bireuen Alami Rumah Hilang dan Rusak Berat Dampak Bencana
Sebagian ASN rumahnya hilang diterjang banjir dan juga rusak berat, jajaran Kankemenag berharap adanya perhatian dari pemerintah
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
Sebagian ASN rumahnya hilang diterjang banjir dan juga rusak berat, jajaran Kankemenag berharap adanya
perhatian dari pemerintah
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dalam musibah banjir bandang akhir November 2025 lalu selain 68 madrasah terdampak banjir, sebanyak 12 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kankemenag Bireuen rumah hilang dan rusak berat
maupun tertimbun lumpur.
“Sebagian ASN rumahnya hilang diterjang banjir dan juga rusak berat, jajaran Kankemenag berharap adanya
perhatian dari pemerintah daerah, Kementerian Agama agar mereka yang mengalami musibah dapat terbantu,” ujar Kabid Penmad Kankemenag Bireuen, Anis SAg kepada Serambinews.com, Sabtu (28/3/2026) terkait
musibah banjir yang dialami jajaran Kankemenag Bireuen.
Adapun ASN yang rumahnya rusak dihantam banjir yaitu Mutia bertugas di MIS Cot Keutapang, Jeumpa, rumahnya di Desa Teupin Mane beserta lokasi rumah terbawa arus sungai dan hingga saat ini masih mengungsi.
Kemudian, Asmaul Husna bertugas di MIN 49 Bireuen, rumahnya di Bugak Jangka rusak berat dan tertimbun lumpur, Fauzan bertugas di MTsN 1 Bireuen, rumah dan lokasi rumah di Desa Tingkeum Mayang, Kutablang terbawa arus.
Selanjutnya, Martini bertugas di MIN 8 Bireuen rumahnya di Desa Tingkeum Manyang, Kutablang juga terbawa arus, Wardah Idris bertugas di MTsN 9 Bireuen rumahnya di Tingkeum Manyang, Kutablang Bireuen
terbawa arus termasuk lokasi rumah.
Kemudian Rosdiana bertugas di MIN 53 Bireuen, rumahnya di Gampong Raya Tambo, Peusangan tertimbun
lumpur, Sabitah bertugas di MTsN 10 Bireuen rumahnya di Blang Mane, Makmur rusak tertimpa pohon, Nazla Khairina bertugas di MIN 18 Bireuen rumah dan lokasi rumah terbawa arus.
Kemudian, Lis Suheri bertugas di MTsN 11 Bireuen rumah dan lokasinya di Teupin Mane, Juli Bireuen hanyut terbawa arus, Saryana bertugas di MIS Tanjong Beuridi, rumah dan lokasinya di Desa Suak, Peusangan Selatan terbawa arus sungai, Maharani Nurbaya bertugas di MIN 25 Bireuen.
Lalu, rumahnya di Desa Cot Ara, Kutablang rusak berat dan tertimbun lumpur dan Maryamah
bertugas di MIN 43 Bireuen rumahnya di Pulo Pineung Meunasah II, Jangka rumahnya tenggelam sebagian terbawa arus.
Anis mengatakan, sejak banjir terjadi jajaran Kankemenag Bireuen telah membantu mereka semampu mungkin dan juga telah melaporkan ke Banda Aceh maupun Kementerian berharap ada bantuan terhadap mereka terutama bantuan rumah.
“Mereka para ASN Kankemenag Bireuen yang rumahnya hilang dibawa arus, rusak hingga saat ini masih mengungsi, ada yang menyewa rumah, pulang ke rumah orang tua maupun menumpang tenda darurat,” ujarnya. (*)
| 212 JCH Bireuen Kloter 8 BTJ Berangkat ke Asrama Haji Banda Aceh dengan 7 Bus |
|
|---|
| Progres Pembangunan Jembatan Teupin Mane Capai 20 Persen Lebih |
|
|---|
| DPK Aceh Latih 30 Pengelola Perpustakaan Bireuen Kuasai INLISLite |
|
|---|
| Pemkab Aceh Barat Siapkan Operasi Pasar Jelang Idul Adha Guna Stabilkan Harga |
|
|---|
| 57 Ribu Warga Bireuen Masuk Desil 8-10, Tak Lagi Ditanggung JKA, Pemkab Bentuk Satgas Validasi Data |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Anis-SAg-Kasi-Penmad-Kankemenag-Bireuen_2026.jpg)